BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama pemerintah pusat mulai merealisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2026. Sebanyak 21 lokasi di sejumlah kecamatan menjadi sasaran pembangunan sarana air bersih dengan total anggaran mencapai Rp10,5 miliar untuk memperluas akses air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Program tersebut diprioritaskan bagi desa-desa yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih dan belum terlayani jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pelaksanaan pembangunan kini memasuki tahapan awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Deni Kumara, menjelaskan seluruh lokasi penerima manfaat telah memasuki proses pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan.
“Untuk PAMSIMAS tahun 2026 dipanggil sebanyak 21 lokasi. Saat ini sudah dilakukan pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas. Setelah ini mereka akan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM),” kata Deni.
Ia menerangkan, setelah Rencana Kerja Masyarakat selesai disusun, Balai Prasarana Permukiman Wilayah akan menandatangani kontrak dengan masing-masing ketua Pokmas sebagai dasar pencairan dana tahap pertama.
“Kalau RKM sudah selesai, nanti dilakukan tanda tangan kontrak antara BPPW dengan Ketua Pokmas. Setelah itu dana termin pertama bisa disalurkan. Insyaallah mulai Agustus tahap pertama sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Deni optimistis seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seluruh fasilitas selesai pada akhir tahun dan segera dimanfaatkan masyarakat.
“Harapannya sampai Desember nanti seluruh pekerjaan selesai dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Ia mengungkapkan setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp500 juta. Dengan jumlah 21 titik, nilai keseluruhan program mencapai sekitar Rp10,5 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penyediaan air bersih, meliputi pengeboran sumber air, pembangunan tandon, pemasangan jaringan perpipaan, hingga sambungan rumah bagi warga penerima manfaat.
“Anggaran itu meliputi pembangunan sumber air, ada yang pengeboran, kemudian pembangunan tandon, jaringan pipa, sampai sambungan ke rumah-rumah warga,” jelasnya.
Menurut Deni, program PAMSIMAS memang diprioritaskan bagi daerah yang mengalami krisis air bersih dan belum mendapatkan layanan PDAM.
“Program ini memang untuk melayani lokasi-lokasi yang rawan air, khususnya yang belum dilayani oleh PDAM. Itu memang menjadi salah satu syarat penerima PAMSIMAS,” tegasnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan program tersebut sehingga dapat direalisasikan di Kabupaten Bangkalan.
“Pertama saya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan aspirasi yang telah diperjuangkan sehingga program PAMSIMAS dapat dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Harapannya program ini mampu membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang saat ini masih terjadi,” kata Lukman.
Ia berharap seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan sehingga manfaat penyediaan air bersih benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, lokasi prioritas berada di wilayah yang selama ini mengalami kerawanan air bersih, di antaranya Kecamatan Blega, Klampis, Tanjung Bumi, dan Kokop.
“Harapannya pelaksanaan program ini dilakukan dengan baik sehingga fungsi dan misi PAMSIMAS untuk meningkatkan akses air bersih di Kabupaten Bangkalan dapat tercapai. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua pihak harus mendukung agar kegiatan ini berjalan sukses,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar