PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Bromo Marathon kembali digelar untuk ke-13 kalinya di kawasan Bromo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026). Tahun ini, event lari bertaraf internasional tersebut hadir dengan tantangan berbeda setelah rute lebih diarahkan pada konsep trail run.
Sekitar 3.000 peserta dari 26 negara mengikuti Bromo Marathon 2026. Mereka diberangkatkan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori dari depan Plataran Bromo.
Kategori full marathon 42K menjadi peserta pertama yang dilepas tepat pukul 06.00 WIB. Tiga puluh menit kemudian, giliran peserta kategori 21K atau half marathon, 10K, 5K, dan kids category diberangkatkan.
Founder Bromo Marathon Dedy Kurniawan mengatakan, karakter perlombaan tahun ini berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Rute tidak hanya melewati jalan beraspal, tetapi juga membawa peserta menyusuri jalur tanah, bebatuan, akar pohon, lumpur, hingga rumput.
Kondisi medan tersebut membuat peserta harus menghadapi tanjakan curam, turunan tajam, serta perubahan kondisi alam yang sulit diprediksi. Karena itu, kemampuan yang dibutuhkan tidak sebatas kecepatan, tetapi juga kekuatan fisik, teknik navigasi, dan ketahanan mental.
“Yang juara memang finish terdepan. Tapi bromo marathon tahun ini lebih menantang karena event trail run. Peserta gak hanya lari di atas jalan beraspal tapi sekarang masuk ke kebun atau hutan,” katanya.
Dari sekitar 3.000 peserta yang terdaftar, kategori 10K dan 21K menjadi yang paling banyak diminati. Peserta lainnya mengikuti kategori 42K, 5K, dan kids category.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta tidak mendapatkan pemandangan Gunung Bromo seperti biasanya karena kawasan tersebut masih dalam masa pemulihan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, Dedy menilai kawasan Bromo tetap memiliki daya tarik alam di berbagai titik lintasan.
“Karena memang Bromo masih recovery usai karhut;a. Tapi kita tahu bersama bahwa semua sudut di Bromo selalu mempesona dan tetap jadi destinasi dengan keindahan tersendiri,” jelasnya.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengapresiasi antusiasme peserta dalam Bromo Marathon 2026. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap event tersebut dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda rutin olahraga sekaligus pariwisata.
Menurut Shobih, keberlanjutan Bromo Marathon diharapkan ikut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Pasuruan.
“Kami Pemkab Pasuruan berharap dengan pelaksanaan Bromo Marathon ini, wisatawan dari mancanegara, volumenya semakin banyak,” ucapnya.
Shobih juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang mendukung pelaksanaan Bromo Marathon 2026, termasuk Bank Jatim.
“Kami berterima kasih kepada sponsorship Bank Jatim. Mudah-mudahan terus dapat berkolaborasi dan bersinergi menjadikan Bromo Marathon sebagai event olahraga dan pariwisata rutin setiap tahunnya,” tegasnya.
Di antara ribuan peserta, terdapat Anggi Wahyuda, pelari difabel asal Medan. Dengan kondisi fisik yang berbeda dari peserta lainnya, Anggi tetap mampu menyelesaikan perlombaan pada kategori 5K.
Anggi menyebut keikutsertaannya menjadi pengalaman yang ia jalani dengan penuh rasa syukur. Baginya, keterbatasan fisik bukan menjadi ukuran utama dalam menentukan kemampuan seseorang.
“Saya berterima kasih kepada Tuhan YME karena telah mengambil kakiku. Saya percaya, yang terjadi adalah yang terbaik, yang penting ikhlas dan bersabar. Karena saya percaya batas kemampuan manusia bukan pada fisiknya tapi pada kemauannya,” ungkapnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar