BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan klarifikasi terkait insiden dalam Lomba Gerak Jalan Tingkat SMA dan Umum yang menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Panitia menegaskan pihak yang melakukan tindakan tidak pantas dalam video yang beredar bukan peserta resmi perlombaan.
Ketua Pelaksana Lomba Gerak Jalan sekaligus Kepala Dispora Kabupaten Bangkalan, Muawi Arifin, mengatakan seluruh peserta resmi telah melalui proses registrasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam technical meeting. Penegasan itu disampaikan setelah video insiden mendapat perhatian luas dari masyarakat.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat SMA dan umum yang telah berlangsung selama delapan hari,” ujar Muawi.
Menurut Muawi, pelaksanaan lomba telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia. Ketentuan tersebut disampaikan kepada peserta melalui technical meeting, termasuk mengenai hak dan kewajiban peserta serta aspek yang menjadi dasar penilaian.
Penilaian lomba, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu dan jarak tempuh. Panitia juga mempertimbangkan pakaian, kerapian, kekompakan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang telah disepakati.
“Semua sudah dituangkan dalam technical meeting. Termasuk ketentuan mengenai pakaian, kerapian dan kekompakan peserta, yang tentunya harus tetap memperhatikan rambu-rambu dan nilai-nilai yang berlaku di Kabupaten Bangkalan,” jelasnya.
Muawi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, peserta resmi, maupun pihak lain yang merasa terganggu akibat insiden tersebut. Panitia, kata dia, tidak membenarkan tindakan yang dinilai tidak pantas dan tidak sesuai dengan semangat kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden tersebut,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan pihak yang terlihat dalam insiden dan menjadi sorotan masyarakat tersebut tidak tercatat sebagai peserta resmi. Peserta perlombaan wajib melalui proses registrasi dan verifikasi sebelum mengikuti kegiatan.
“Yang pasti, kami selaku panitia memastikan bahwa peserta tersebut tidak terdaftar dalam pelaksanaan yang kami selenggarakan. Karena peserta resmi harus melalui proses registrasi dan verifikasi,” tegasnya.
Selain memastikan status pihak yang terlibat, panitia mengakui adanya keterbatasan pengawasan di sepanjang rute lomba. Muawi menjelaskan, panitia sebelumnya telah berkoordinasi dengan tim pengamanan dan menempatkan sejumlah personel di beberapa titik sepanjang rute.
Pengamanan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur pengamanan lainnya. Namun, panjangnya rute dan tingginya antusiasme masyarakat yang menyaksikan maupun ikut meramaikan kegiatan membuat terdapat celah bagi pihak yang tidak terdaftar untuk masuk ke jalur peserta.
“Personel pengamanan tentu memiliki keterbatasan. Sehingga ada titik-titik tertentu yang mungkin menjadi kesempatan bagi pihak yang tidak terdaftar untuk masuk ke dalam rute,” katanya.
Muawi menambahkan, petugas panitia dan tim pengamanan telah mengambil tindakan dengan mengeluarkan pihak tersebut dari area kegiatan.
“Yang bersangkutan sempat dikeluarkan oleh petugas dari tim pengamanan panitia,” imbuhnya.
Pemkab Bangkalan memastikan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang. Pengawasan, pengamanan, serta proses verifikasi peserta akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Muawi menegaskan, panitia akan melakukan pembenahan agar penyelenggaraan kegiatan olahraga dan kemasyarakatan di Kabupaten Bangkalan dapat berlangsung tertib, aman, nyaman, dan profesional. Evaluasi juga diarahkan pada penguatan pengawasan di sepanjang rute kegiatan.
“Kejadian ini menjadi atensi dan evaluasi kami. Ke depan, pengawasan, pengamanan dan verifikasi peserta akan kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan kritik dan masukan atas pelaksanaan kegiatan tersebut secara berkala dan terukur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang telah disampaikan. Ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya,” pungkasnya.
Melalui klarifikasi tersebut, Pemkab Bangkalan berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh terkait insiden yang beredar di media sosial. Panitia juga berharap tindakan pihak yang tidak terdaftar sebagai peserta tidak digeneralisasi kepada seluruh peserta Lomba Gerak Jalan yang telah mengikuti ketentuan dan menjaga sportivitas selama kegiatan berlangsung di masa mendatang.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar