MALANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan sektor peternakan dan kesehatan hewan. Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., saat menghadiri Soft Launching Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Jumat (21/8) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala BBIB Singosari beserta jajaran, pejabat Pemerintah Kabupaten Malang, serta para pemangku kepentingan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Budiar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di Kabupaten Malang. Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi peternakan daerah.
“Kabupaten Malang memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, peternak, serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Budiar.
Menurutnya, pembangunan sektor peternakan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pengembangan sektor tersebut juga perlu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga kesehatan hewan, serta mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
“Melalui momentum Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 ini, kami berharap sektor peternakan di Kabupaten Malang semakin maju, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Malang siap terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun seluruh stakeholder,” tambahnya.
Sementara itu, Agung Suganda menilai peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam membangun sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi seluruh pihak. Kita ingin memastikan sektor peternakan terus tumbuh, produktif, berdaya saing, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak,” ujar Agung.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan peternakan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan aspek kesehatan hewan dinilai menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan sektor tersebut.
“Potensi peternakan di daerah harus terus kita dorong melalui inovasi, penerapan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kesehatan hewan. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” lanjutnya.
Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 diperingati setiap 26 Agustus. Momentum tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.


















Komentar