Pengamat : Terkait Larangan Kapolri Hidup Pamer Kekayaan dan Perut Buncit

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – “Saya kira, ini ide dari Kapolri khusus pamer kekayaan dan larangan perut buncit bagi polisi sangat baik. Ini baik untuk menghindari kecemburuan sosial,” ungkap Direktur Eksekutif Political dan Public Policy Studies, Jerry Massie kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11).

Harusnya diperkuat public approaching (pendekatan publik) polisi sebagai pengayom masyarakat dan pelindung, imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, tugas polisi selama ini yang kita tahu hanya keamanan. Contoh mengamankan pemilu, aksi kerusuhan dan sebagainya.

Selain itu, pola hidup sederhana ini baik agar tidak terkesan polisi itu serakah dan egois. Tapi persoalannya apakah itu akan di kontrol setiap hari. Kalau difoto orang bagaimana? Bagi saya yang diperkuat karakter polisi agar tidak korupsi, membantu rakyat kecil jika ada masalah.

“Selama ini masyarakat kerap menilai sikap arogansi polisi lalu lintas di jalan raya saat melakukan tilang. Persoalannya jika tak menerapkan aturan ini, apakah ada sangsi? Ataukah hanya mengingatkan saja tanpa ada tindakan.

Untuk di medsos saya sepakat khusus bagi istri-istri polisi jangan pamer kekayaan dan sebagainya. Kalau kegiatan yang bermanfaat tak masalah.

Bisa saja melanggar maka tak diberikan tunjangan, THR ataukah gaji dipotong. Soalnya kalau pecat nanti kena pasal pelanggaran HAM.

Yang penting jangan hanya program “Lip Service” tanpa ada reaction and action. Biar polisi bukan menjadi hedonisme, matrealisme dan komsumerisme,” pungkasnya. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *