MALANG, RadarBangsa.co.id – Meningkatnya kebutuhan air bersih, dampak perubahan iklim, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat menjadi tantangan serius bagi pengelolaan air minum di daerah. Menjawab tantangan itu, Pemerintah Kabupaten Malang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor air minum.
Langkah tersebut ditandai dengan pembukaan Diklat Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Madya Tahun 2026 Angkatan V oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi, di Smart Grand Center Kantor Perumda Tirta Kanjuruhan, Kecamatan Pakisaji, Rabu (3/6/2026).
Pelatihan dan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dalam menyiapkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar pengelolaan air minum.
Kegiatan itu digelar usai peringatan Hari Jadi ke-45 Perumda Tirta Kanjuruhan dan dihadiri Ketua Pengurus Pusat PERPAMSI Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T., Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., jajaran direksi, dewan pengawas, peserta pelatihan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Malang menegaskan bahwa keberadaan Perumda Tirta Kanjuruhan memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, tantangan penyediaan layanan air minum saat ini semakin kompleks. Tidak hanya soal meningkatnya kebutuhan air bersih, tetapi juga berkaitan dengan perubahan iklim, perlindungan sumber air baku, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang profesional dan berkualitas.
“Oleh karena itu, saya mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini sebagai langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dan pengalaman yang diberikan, serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sanusi.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi, termasuk perusahaan daerah yang bergerak di bidang layanan air minum.
Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan melalui pelatihan dan sertifikasi, para pegawai diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan efisiensi kerja, serta memberikan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
Bagi masyarakat, peningkatan kapasitas SDM tidak hanya berdampak pada kualitas layanan, tetapi juga berpotensi memperluas akses air minum yang aman dan berkelanjutan.
Sanusi juga mengajak seluruh jajaran Perumda Tirta Kanjuruhan menjadikan usia ke-45 tahun sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan publik.
“Selama 45 tahun Perumda Tirta Kanjuruhan telah mengabdi dan melayani masyarakat Kabupaten Malang. Saya berharap usia yang semakin matang ini menjadi momentum untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan inovasi, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta menghadirkan pelayanan air minum yang semakin merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Menurutnya, perusahaan daerah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat agar pelayanan tetap relevan dan efektif.
Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa depan.
Bupati Malang optimistis Perumda Tirta Kanjuruhan mampu terus berkembang menjadi perusahaan daerah yang unggul, modern, dan adaptif. Dengan dukungan tenaga profesional yang kompeten, layanan air minum di Kabupaten Malang diharapkan semakin baik sekaligus mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Madya Tahun 2026 menjadi bagian penting dari upaya Perumda Tirta Kanjuruhan memperkuat kualitas pelayanan di tengah tantangan kebutuhan air bersih yang terus meningkat.
“Dengan SDM yang semakin profesional, harapan masyarakat terhadap layanan air minum yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di Kabupaten Malang diharapkan semakin mendekati kenyataan, “pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar