Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Pamekasan Naik, Bupati Kholilurrahman Ingatkan Risiko Bencana

Selasa, 31 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan menyerahkan LKPJ 2025 di DPRD Pamekasan, Selasa (31/3/2026)  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pamekasan menyerahkan LKPJ 2025 di DPRD Pamekasan, Selasa (31/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id — DPRD Pamekasan menggelar rapat paripurna membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Mandhapa Aghung Pendopo Ronggosukowati, Selasa (31/3/2026). Bupati Kholilurrahman memaparkan capaian ekonomi dan pembangunan, sekaligus menyoroti tantangan yang masih perlu perhatian serius.

Dalam paparan LKPJ, Bupati Kholilurrahman menyebut pertumbuhan ekonomi Pamekasan mencapai 5,47 persen, menandakan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Persentase penduduk miskin turun menjadi 12,77 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 71,64, mencerminkan perbaikan kualitas hidup di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Acara penyerahan dokumen LKPJ kepada Ketua DPRD Pamekasan ini disaksikan anggota DPRD dan Forkopimda. “LKPJ ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski capaian positif, Bupati Kholilurrahman menyoroti beberapa tantangan. Ketimpangan pendapatan masih terlihat dari gini rasio 0,337, yang meski tergolong rendah, tetap memerlukan perhatian. “Pembangunan harus lebih inklusif agar ketimpangan bisa terkendali,” tegasnya.

Selain itu, risiko bencana meningkat dengan Indeks Risiko Bencana 86,50 pada 2025. Hal ini menuntut penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan agar pembangunan tetap aman dan berkelanjutan.

Anggota DPRD Pamekasan memberikan apresiasi atas capaian positif, namun menekankan pentingnya strategi untuk menekan ketimpangan dan memperkuat mitigasi bencana. “Kami berharap pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan,” kata salah satu anggota DPRD.

Hasil LKPJ 2025 menjadi acuan untuk evaluasi dan perbaikan kinerja pemerintah daerah. Penekanan pada ketimpangan ekonomi dan risiko bencana penting bagi perencanaan pembangunan yang inklusif dan aman bagi seluruh warga Pamekasan.

Dengan capaian pertumbuhan positif sekaligus catatan mitigasi risiko, LKPJ 2025 menjadi momentum untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat yang merata.

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru