PHK Tak Lagi Mencekam, Menaker Ungkap JKP Jadi Penopang Hidup Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan program JKP di Jakarta. Rabu, 29 April 2026.  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan program JKP di Jakarta. Rabu, 29 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah memperkuat skema perlindungan sosial bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan di tengah ketidakpastian ekonomi dan percepatan transformasi industri. Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) kini diposisikan sebagai bantalan sosial utama untuk menjaga stabilitas hidup pekerja dan keluarganya saat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah ini menjadi penting di tengah meningkatnya risiko ketenagakerjaan akibat digitalisasi, restrukturisasi perusahaan, hingga perubahan pola industri yang berdampak langsung pada lapangan kerja di berbagai sektor.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, negara tidak boleh hadir hanya saat pekerja masih aktif bekerja, tetapi juga ketika mereka menghadapi masa paling rentan setelah kehilangan pekerjaan.

“Negara harus hadir saat pekerja menghadapi masa sulit. JKP memastikan perlindungan tidak berhenti ketika hubungan kerja berakhir,” ujar Yassierli dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Rabu (29/4/2026).

Program JKP memberikan manfaat uang tunai sebesar 60 persen dari upah terakhir selama maksimal enam bulan, dengan batas upah acuan Rp5 juta. Skema ini dirancang untuk menahan guncangan ekonomi rumah tangga pekerja agar tetap memiliki daya beli selama masa transisi.

Namun, kebijakan ini tidak hanya bersifat bantuan tunai. Pemerintah juga menyertakan layanan aktif ketenagakerjaan seperti informasi lowongan kerja, bimbingan karier, asesmen kompetensi, hingga konseling kerja. Tujuannya agar pekerja tidak terjebak dalam pengangguran berkepanjangan.

Selain itu, peserta JKP juga memperoleh fasilitas pelatihan kerja senilai Rp2,4 juta untuk meningkatkan keterampilan atau melakukan alih kompetensi sesuai kebutuhan industri. Skema ini dinilai penting karena banyak sektor kini menuntut tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap teknologi.

Pemerintah mengintegrasikan layanan ini melalui platform digital SIAPKerja yang memungkinkan pencari kerja mengakses pelatihan, lowongan, dan layanan karier secara lebih cepat dan transparan. Kebijakan ini sekaligus merespons persoalan klasik ketenagakerjaan: minimnya akses informasi kerja yang merata.

Dari sisi pengawasan, pemerintah menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pekerja ke program jaminan sosial ketenagakerjaan. Tanpa kepesertaan aktif, pekerja berisiko tidak mendapatkan hak perlindungan saat terjadi PHK.

JKP juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur ulang mekanisme kepesertaan, pendanaan, hingga efisiensi penyaluran manfaat agar lebih tepat sasaran dan cepat diterima pekerja terdampak.

Di lapangan, kebijakan ini diproyeksikan memberi dampak langsung bagi masyarakat pekerja: mengurangi tekanan ekonomi rumah tangga, mempercepat penyerapan kembali ke pasar kerja, serta menekan angka pengangguran jangka panjang.

Yassierli menegaskan, perlindungan pekerja tidak bisa dilepaskan dari stabilitas ekonomi nasional. “Pekerja yang terlindungi dengan baik akan mendorong produktivitas, dan itu berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dinas daerah, serta lembaga pelatihan kerja agar implementasi JKP berjalan efektif, cepat, dan tidak menyulitkan pekerja yang membutuhkan.

“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal menjaga martabat pekerja ketika mereka kehilangan pekerjaan,” pungkas Yassierli.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru