BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (PORSADIN) Ke-7 yang digelar di Gedung IKM Desa Baengas, Minggu (26/7/2026). Ajang dua tahunan tersebut dinilai menjadi wadah strategis untuk membentuk karakter, mengembangkan bakat, sekaligus mencetak prestasi para santri Madrasah Diniyah.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bangkalan Masa Khidmah 2026–2031 serta penyerahan simbolis Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) Tahun 2026 kepada sejumlah lembaga pendidikan diniyah.
Dalam sambutannya, Lukman Hakim menegaskan bahwa PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda melalui pendidikan berbasis keagamaan.
“PORSADIN bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun sportivitas, disiplin, kreativitas, persaudaraan, dan akhlak mulia. Nilai-nilai inilah yang harus terus ditanamkan kepada para santri sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan,” kata Lukman Hakim.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan terus memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan diniyah sebagai bagian penting dalam mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak.
“Madrasah diniyah memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, termasuk melalui Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS),” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia PORSADIN Ke-7, Mahrus Ali, menjelaskan kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut diikuti 325 peserta putra dan putri hasil seleksi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Berbagai cabang olahraga dan seni dipertandingkan, mulai Musabaqah Tilawatil Kutub (MTK), Musabaqah Tilawatil Ghayah (MTG), pidato Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, puisi Islami, cerdas cermat, baca kitab, lari sprint, tenis meja, hingga sejumlah cabang olahraga dan seni lainnya.
Untuk cabang baca kitab, peserta tingkat Ula menggunakan Kitab Safinatun Najah, sedangkan tingkat Wustha membawakan Kitab Fathul Qarib sebagai materi perlombaan.
Bupati Bangkalan berharap seluruh peserta menjadikan PORSADIN sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan antarsantri.
“Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah perlombaan. Yang jauh lebih penting adalah menjaga sportivitas, menjunjung tinggi kejujuran, serta terus mengembangkan potensi diri agar kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.
Para juara pertama tingkat kabupaten selanjutnya akan mewakili Bangkalan pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Timur di Lumajang pada September 2026. Apabila berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, mereka akan melanjutkan perjuangan pada PORSADIN tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Solo, Jawa Tengah.
“Saya berharap para juara dapat membawa nama baik Kabupaten Bangkalan di tingkat provinsi hingga nasional. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga nama baik daerah, dan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah di setiap kompetisi,” pungkas Lukman Hakim.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar