Proyek APBD Molor, Wabup Sidoarjo Ancam Putus Kontrak

Kamis, 10 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak proyek di Pasar Taman, Kamis (10/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak proyek di Pasar Taman, Kamis (10/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP menemukan sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, yang progresnya belum sesuai target. Dua pekerjaan saluran air bahkan masih tercatat 0 persen, sementara proyek pagar baru mencapai sekitar 25 persen.

Temuan tersebut diketahui saat Mimik melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (10/9/2026). Selain saluran air dan pagar, pekerjaan pavingisasi di kawasan pasar juga dinilai belum menunjukkan perkembangan sesuai target.

Mimik menilai kondisi itu serius karena proyek-proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo. Ia juga menyoroti adanya pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.

“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” tegas Mimik.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan pekerjaan yang dibiayai uang rakyat dilaksanakan tanpa memperhatikan ketentuan kontrak, baik dari sisi waktu maupun kualitas.

Mimik bahkan membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi hingga pemutusan kontrak terhadap kontraktor yang dinilai tidak memiliki komitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan.

“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.

Ia menyebut keterlambatan paling terlihat pada pembangunan pagar. Pekerjaan tersebut seharusnya sudah rampung pada Agustus 2026, tetapi saat sidak progresnya baru sekitar 25 persen. Adapun dua pekerjaan saluran air yang menjadi sorotan masih berada pada progres 0 persen.

“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Persoalan pengawasan proyek juga menjadi perhatian Mimik. Berdasarkan informasi yang diterimanya, konsultan pengawas telah menyampaikan teguran tertulis kepada pelaksana sebanyak empat kali. Namun, teguran tersebut disebut belum direspons sebagaimana mestinya.

“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.

Dengan sisa waktu pengerjaan kurang dari dua bulan, Mimik meminta pelaksana segera melakukan percepatan. Namun, ia mengingatkan percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas ataupun mengabaikan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Harus kejar tayang. Kalau nggak sesuai target, nanti harus disanksi. Sanksinya harus keras. Saya nggak main-main,” katanya.

Mimik memastikan pengawasan terhadap proyek di kawasan Pasar Taman akan dilanjutkan. Ia menyatakan akan kembali turun langsung untuk melihat perkembangan pekerjaan tersebut.

“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru