MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan meluncurkan SIAGA HAI (Sistem Informasi dan Analisis Gejala Awal Healthcare Associated Infections) sebagai inovasi digital untuk memperkuat deteksi dini infeksi yang terjadi selama perawatan pasien di rumah sakit. Sistem ini dihadirkan guna meningkatkan keselamatan pasien melalui pemantauan yang lebih cepat dan berbasis data klinis.
Inovasi tersebut menjawab tantangan proses deteksi infeksi yang selama ini masih mengandalkan pelaporan manual sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan terhadap pasien yang berisiko mengalami Healthcare Associated Infections (HAIs).
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan mengatakan, SIAGA HAI dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan tenaga kesehatan terhadap gejala awal infeksi sehingga tindakan medis dapat dilakukan lebih cepat.
“Melalui SIAGA HAI, kami ingin memastikan bahwa setiap gejala awal infeksi dapat terdeteksi lebih cepat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan dan risiko komplikasi dapat ditekan,” ujarnya.
Sistem tersebut mengintegrasikan data klinis pasien yang tersimpan dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Data kemudian dianalisis secara otomatis untuk mendeteksi potensi Healthcare Associated Infections, seperti Ventilator Associated Pneumonia (VAP), Central Line Associated Bloodstream Infection (CLABSI), Catheter Associated Urinary Tract Infection (CAUTI), dan Infeksi Daerah Operasi (IDO).
SIAGA HAI juga dilengkapi fitur Early Warning System (EWS) yang mengirimkan notifikasi kepada Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) ketika sistem menemukan indikasi risiko infeksi pada pasien. Mekanisme tersebut diharapkan mempercepat proses pengambilan keputusan klinis.
Salah satu Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) menilai kehadiran sistem ini memberikan dukungan dalam penanganan pasien.
“Dengan adanya notifikasi dini, kami sebagai DPJP bisa lebih cepat mengambil keputusan klinis. Ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien,” ungkapnya.
Pemanfaatan SIAGA HAI juga dirasakan tenaga keperawatan di ruang rawat. Kepala Ruangan ICU menyebut sistem tersebut mempermudah pemantauan kondisi pasien sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko infeksi.
“Sekarang kami lebih mudah mengidentifikasi pasien yang berisiko infeksi. Sistem ini membuat kami lebih waspada dan meningkatkan kepatuhan dalam penerapan bundle pencegahan,” pungkasnya.
Melalui penerapan SIAGA HAI, RSUD H. Moh. Ruslan menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih aman, memanfaatkan teknologi informasi berbasis data, serta memperkuat upaya pencegahan infeksi demi meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar