MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memperkuat pelayanan kesehatan berbasis keselamatan pasien lewat inovasi SIGAP DARAH atau Sistem Terintegrasi dan Gerak Aktif Pelayanan Darah. Program ini dijalankan Unit Pengelola Darah (UPD) untuk meningkatkan ketersediaan darah secara mandiri, berkualitas, dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut lahir dari tingginya kebutuhan darah di rumah sakit. Berdasarkan data internal, permintaan darah di RSUD H. Moh. Ruslan pada 2025 mencapai sekitar 7.500 kantong darah. Sebelum UPD berdiri pada 2024, seluruh kebutuhan darah masih bergantung pada PMI.
Kini, rumah sakit itu telah memiliki UPD yang memenuhi standar Kementerian Kesehatan dan mampu memproduksi komponen darah sendiri. Langkah ini membuat ketergantungan terhadap pasokan eksternal terus menurun, sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan pasien.
SIGAP DARAH diterapkan melalui alur pelayanan yang terintegrasi, mulai dari perekrutan calon pendonor, skrining kesehatan, pengambilan darah, pengolahan komponen darah sesuai standar, hingga distribusi kepada pasien. Seluruh proses dijalankan dengan pengawasan mutu yang ketat untuk menjaga keamanan produk darah.
Pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) dilakukan dengan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA). RSUD H. Moh. Ruslan juga menerapkan sistem cold chain agar kualitas darah tetap terjaga sampai ke pasien.
Tak hanya mengandalkan pelayanan di rumah sakit, UPD juga aktif menjaring pendonor melalui mobil donor darah. Tim secara rutin mendatangi masyarakat, instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, komunitas, hingga kegiatan Car Free Day di Teras Udayana agar warga lebih mudah mendonorkan darah tanpa harus datang ke rumah sakit.
Di lingkungan internal, rumah sakit itu membangun budaya donor darah melalui kegiatan rutin yang melibatkan seluruh civitas hospitalia. Upaya ini menjadi bentuk keteladanan sekaligus penguatan gerakan sosial di internal rumah sakit.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan SIGAP DARAH merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan darah yang lebih cepat, mandiri, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“SIGAP DARAH merupakan bentuk komitmen RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dalam menghadirkan pelayanan darah yang aman, bermutu, dan mudah diakses masyarakat. Melalui inovasi ini kami tidak hanya memperkuat kemandirian rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Keterlibatan instansi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan membangun jejaring donor darah yang lebih kuat sehingga kebutuhan darah pasien dapat terpenuhi setiap saat.
Sejak diterapkan, inovasi SIGAP DARAH menunjukkan hasil positif. Ketergantungan rumah sakit terhadap pasokan darah dari PMI turun hingga sekitar 13 persen, sementara efisiensi pengelolaan pelayanan darah meningkat hingga sekitar 40 persen.
Ketersediaan stok darah juga menjadi lebih stabil, pemenuhan kebutuhan pasien berlangsung lebih cepat, dan keluhan terkait keterlambatan penyediaan darah semakin berkurang. Pada awal 2025, UPD RSUD H. Moh. Ruslan juga menjadi satu-satunya rumah sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan atas keberhasilan menjaga mutu pelayanan darah melalui pemeriksaan IMLTD sesuai standar nasional.
Melalui SIGAP DARAH, RSUD H. Moh. Ruslan berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela terus tumbuh. Inovasi ini diarahkan menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan darah yang mandiri, responsif, inovatif, dan mampu menjamin ketersediaan darah bagi pasien di Kota Mataram.
Penulis : Aini
Editor : Zainul


















Komentar