Rusak Lingkungan, Tambang Ilegal Lendah Digerebek Polres Kulonprogo

Senin, 19 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memasang garis polisi di lokasi tambang pasir ilegal di Sungai Progo, Kulonprogo (Dok Hms)

Polisi memasang garis polisi di lokasi tambang pasir ilegal di Sungai Progo, Kulonprogo (Dok Hms)

KULONPROGO, RadarBangsa.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kulonprogo melakukan tindakan penertiban terhadap aktivitas tambang pasir yang diduga ilegal di wilayah Sungai Progo, tepatnya di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo.

Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, dalam keterangan resmi kepada radarbangsa.co.id menjelaskan bahwa penindakan dilakukan pada Sabtu (17/5/2025), setelah pihak kepolisian menerima laporan terkait adanya aktivitas penambangan pasir tanpa izin.

“Petugas mendapati kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh sejumlah warga setempat. Dalam penertiban tersebut, kami mengamankan enam unit truk dump, satu unit excavator, serta satu rangkaian mesin penyedot pasir. Lokasi tambang telah kami pasangi garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Iptu Sarjoko, Senin (19/5/2025).

Dalam operasi tersebut, Kapolres Kulonprogo juga turut hadir di lokasi untuk memimpin langsung pendekatan secara humanis (soft approach) kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan edukasi hukum serta menjelaskan risiko hukum dari praktik penambangan tanpa izin.

“Melalui pendekatan persuasif, Kapolres berupaya membangun pemahaman bahwa aktivitas tambang ilegal adalah pelanggaran hukum yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat secara luas. Kami ingin masyarakat memahami bahwa ketentuan hukum berlaku demi menjaga kelestarian dan keteraturan,” tegasnya.

Polres Kulonprogo menegaskan komitmennya dalam menindak setiap bentuk pelanggaran hukum, khususnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

Penertiban ini diharapkan menjadi langkah preventif agar masyarakat tidak lagi melakukan praktik penambangan tanpa izin.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru