Sambel Man-Two dan Sarena, Produk Siswa MAN 2 Probolinggo

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa MAN 2 Probolinggo menunjukkan produk Sambel Man-Two dan Sarena hasil keterampilan tata boga. (Foto: MAN 2 Probolinggo)

Siswa MAN 2 Probolinggo menunjukkan produk Sambel Man-Two dan Sarena hasil keterampilan tata boga. (Foto: MAN 2 Probolinggo)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Kreativitas siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Probolinggo di bidang tata boga mulai menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Berbasis di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, para siswa mengembangkan produk makanan dan minuman dengan mengandalkan inovasi rasa, kemasan, serta potensi pasar.

Dua produk yang menjadi unggulan adalah Sambel Man-Two dan Susu Rempah Nusantara (Sarena). Sambel Man-Two tersedia dalam tiga varian, yakni sambal bawang, sambal teri, dan sambal cumi, sedangkan Sarena dikembangkan sebagai minuman berbasis rempah dengan bahan alami.

Pengembangan produk tersebut mendapat pendampingan dari Pembina Keterampilan Tata Boga MAN 2 Probolinggo Nur Ummi Kulsum dan Elin Khoirun Nisak. Produk siswa kini mulai diperkenalkan di luar lingkungan sekolah dan mendapat respons dari sejumlah konsumen.

Wakil Kepala Kurikulum MAN 2 Probolinggo Dian Aprilia Fridawati mengatakan pengembangan produk tata boga perlu diarahkan agar memiliki daya saing ketika dipasarkan kepada masyarakat.

“Terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan siswa, mulai dari inovasi rasa, variasi produk, kemasan hingga kelengkapan legalitas,” katanya.

Dian menilai cita rasa sambal teri yang dibuat siswa sudah cukup baik. Namun, ia mendorong adanya variasi tingkat kepedasan untuk menjangkau konsumen dengan selera berbeda.

“Kalau menggunakan level mungkin lebih baik. Nanti tertulis Sambal Teri Level 1, Level 2, karena ada orang yang suka sangat pedas, sedang atau bahkan tidak pedas,” lanjutnya.

Menurut Dian, aspek legalitas juga perlu disiapkan sebelum produk dipasarkan lebih luas. Informasi mengenai tanggal kedaluwarsa dan label halal dinilai penting untuk dicantumkan pada kemasan.

“Kalau sudah ada tanggal expired dan label halalnya, itu sudah aman untuk kita memasarkan ke luar,” jelasnya.

Evaluasi juga diberikan terhadap produk minuman Alpukat Kocok yang dikembangkan siswa. Dian menilai minuman tersebut memiliki cita rasa yang sesuai untuk dikonsumsi pada siang hari.

“Untuk diminum siang hari saat panas-panas, rasanya nikmat banget. Manisnya menurut saya sudah pas, tidak kurang dan tidak lebih,” terangnya.

Ia mendorong siswa terus mengeksplorasi bahan lokal dan buah musiman untuk menciptakan varian baru. Perpaduan alpukat dengan nangka atau durian disebut dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan rasa.

“Kalau nanti mau mengembangkan rasa, alpukat bisa dicampur dengan rasa nangka. Bisa juga kalau musim durian, di-mix dengan durian. Itu bisa menjadi kreasi selanjutnya,” tegasnya.

Tampilan produk juga menjadi perhatian. Siswa diminta memperbaiki pemasangan stiker agar kemasan terlihat lebih rapi dan profesional ketika ditawarkan kepada konsumen.

“Ke depannya perlu diperhatikan supaya kemasannya lebih bagus,” tambah Dian.

Respons positif juga datang dari konsumen di luar Kabupaten Probolinggo. Farach Najad Izzati, mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, mengaku mendapatkan Sambel Man-Two dari ibunya.

Farach kemudian mencicipi sambal tersebut dan membandingkannya dengan sambal yang biasa ditemuinya di Yogyakarta.

“Di Jogja sambalnya manis-manis. Jadi aku dikirimin sambal sama Umiku, produksi dari sekolahnya MAN 2 Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Farach, harga sambal tersebut terjangkau dengan tiga pilihan rasa, yakni sambal cumi, sambal teri, dan sambal bawang.

“Ini murah banget, cuma Rp10 ribu dan ada tiga rasa, yaitu sambal cumi, sambal teri dan sambal bawang,” terangnya.

Dari tiga varian tersebut, ia memberikan perhatian khusus pada sambal cumi. Farach menilai potongan cumi yang terdapat dalam produk cukup banyak dan berukuran besar.

“Untuk cuminya banyak banget, benar-benar banyak. Aku coba makan pakai nasi, kayak nasi anak kos. Ini enak banget dimakan sama nasi hangat sama telur,” ungkapnya.

Setelah mencicipi langsung, Farach memberikan penilaian positif terhadap produk buatan siswa tersebut.

“Gila, ini enak banget dan murah banget. Cuminya gede-gede dan benar-benar kerasa,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas siswa MAN 2 Probolinggo dalam mengembangkan produk makanan yang memiliki cita rasa sekaligus potensi untuk menjadi produk unggulan.

“Anak-anak MAN 2 Probolinggo oke banget buat ini. Semangat anak MAN 2. Nanti buat produk-produk yang lebih oke, nanti aku beli,” tambahnya.

Pengembangan Sambel Man-Two dan Sarena menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan tata boga di MAN 2 Probolinggo. Dengan pendampingan sekolah dan masukan konsumen, produk tersebut terus diarahkan agar memiliki kualitas dan daya saing lebih baik ketika diperkenalkan kepada masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru