Senator Cantik Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama: Resiliensi dan Sekolah Aman Jadi Kunci Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., menyampaikan materi tentang dampak kekerasan seksual dan penguatan resiliensi pelajar pada Seminar Nasional Muswil IPM Jawa Timur di Malang.

Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., menyampaikan materi tentang dampak kekerasan seksual dan penguatan resiliensi pelajar pada Seminar Nasional Muswil IPM Jawa Timur di Malang.

MALANG, RadarBangsa.co.id – Dampak kekerasan seksual tidak berhenti saat peristiwa terjadi, tetapi dapat memengaruhi kesehatan mental, pendidikan, hingga kehidupan sosial korban. Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, saat menjadi narasumber Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di Malang.

Lia mengatakan korban berpotensi mengalami kecemasan, depresi, trauma berkepanjangan, hingga penurunan rasa percaya diri apabila tidak memperoleh pendampingan yang tepat. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, dan peluang ekonomi di masa depan.

“Setiap korban memiliki pengalaman yang berbeda. Karena itu, dukungan psikologis, pendampingan hukum, serta lingkungan yang tidak menghakimi menjadi faktor penting dalam proses pemulihan,” ujar Lia, Sabtu (4/7).

Selain pencegahan, Lia menekankan pentingnya membangun resiliensi sejak usia pelajar. Menurutnya, kemampuan untuk bangkit dari tekanan dan tantangan menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki empati, tidak mudah menyerah, dan berani menolak segala bentuk kekerasan.

“Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketika pelajar saling menjaga, saling menghormati, dan berani melawan kekerasan, maka sekolah akan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan penuh harapan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru