MALANG, RadarBangsa.co.id – Dampak kekerasan seksual tidak berhenti saat peristiwa terjadi, tetapi dapat memengaruhi kesehatan mental, pendidikan, hingga kehidupan sosial korban. Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, saat menjadi narasumber Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di Malang.
Lia mengatakan korban berpotensi mengalami kecemasan, depresi, trauma berkepanjangan, hingga penurunan rasa percaya diri apabila tidak memperoleh pendampingan yang tepat. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, dan peluang ekonomi di masa depan.
“Setiap korban memiliki pengalaman yang berbeda. Karena itu, dukungan psikologis, pendampingan hukum, serta lingkungan yang tidak menghakimi menjadi faktor penting dalam proses pemulihan,” ujar Lia, Sabtu (4/7).
Selain pencegahan, Lia menekankan pentingnya membangun resiliensi sejak usia pelajar. Menurutnya, kemampuan untuk bangkit dari tekanan dan tantangan menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki empati, tidak mudah menyerah, dan berani menolak segala bentuk kekerasan.
“Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketika pelajar saling menjaga, saling menghormati, dan berani melawan kekerasan, maka sekolah akan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan penuh harapan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar