JEMBER, RadarBangsa.co.id — Perum Bulog Cabang Jember memastikan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Stok yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 135.000 ton dan dinilai mampu menopang kebutuhan program ketahanan pangan hingga beberapa tahun mendatang.
Kepala Bulog Cabang Jember Ade Saputra mengatakan, jumlah stok tersebut menjadi salah satu penopang dalam menjaga ketersediaan beras di wilayah Jember.
“Untuk stok beras di gudang kami ada sekitar 135.000 ton. Secara umum stok untuk wilayah Jember sangat aman,” ujar Ade Saputra di Jember, Senin (7/9/2026).
Di tengah kondisi stok yang mencukupi, Bulog Jember kini mempercepat penyaluran Bantuan Pangan beras untuk alokasi rapel tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.
Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk alokasi tersebut.
Dari total kuota Bantuan Pangan di daerah yang mencapai 11.400 ton, sebanyak 5.300 ton atau sekitar 47 persen telah disalurkan kepada masyarakat penerima.
Bulog Jember menargetkan penyaluran seluruh alokasi tersebut selesai lebih cepat dari batas waktu nasional. Jika secara nasional penyaluran ditargetkan rampung pada 30 September, Bulog Jember membidik penyelesaian pada 20 September.
“Target nasional penyaluran sebenarnya sampai 30 September, tetapi kami menargetkan penyaluran alokasi ini bisa rampung lebih cepat pada 20 September,” jelas Ade.
Penyaluran Bantuan Pangan tersebut juga diharapkan dapat membantu meredam fluktuasi harga beras di tingkat konsumen yang belakangan mengalami kenaikan.
Untuk memperkuat upaya stabilisasi pasokan dan harga, Bulog Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) turut menjalankan program Pasar Murah serta distribusi beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan).
Program tersebut akan digelar secara berkelanjutan hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan beras sekaligus menjaga harga di tengah masyarakat.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar