PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Puluhan ribu warga memadati Lapangan Rama Sakti, Dusun Turi Rejo, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, pada Sabtu (20/9/2025) malam untuk merayakan Pasuruan Sound Festival 2025 dengan tema “Enjoy the Swara”. Acara ini menampilkan dentuman bass hingga vokal jernih yang memukau pengunjung lintas usia.
Festival musik audio ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Sejak awal malam, suasana Lapangan Rama Sakti dipenuhi antusiasme warga yang ingin menyaksikan penampilan Brewog Audio dan K5 Maximal Audio, dua grup audio yang dikenal dengan kualitas suara berdaya tinggi. Dentuman bass yang kuat berpadu dengan kejernihan vokal, membuat penonton berdecak kagum dan terus bersorak sepanjang pertunjukan.
Pasuruan Sound Festival tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah silaturahim komunitas pecinta audio dan ruang ekspresi kreatif. Bupati Rusdi menekankan, festival ini memiliki dimensi edukatif dan teknologi.
“Jangan hanya kenal sound horeg. Melalui festival ini, masyarakat bisa belajar dan menikmati teknologi audio terkini. Malam ini kita nikmati bersama dengan aman dan penuh kebersamaan,” ujar Mas Rusdi dalam sambutannya.
Semangat yang diusung festival ini selaras dengan visi Pemkab Pasuruan, Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa. Festival ini juga memberi peluang ekonomi bagi pelaku UMKM. Puluhan stan kuliner dan produk lokal ramai diserbu pengunjung. Seorang pedagang makanan ringan mengungkapkan, “Alhamdulillah, dagangan habis. Sejak sore sampai malam, pembeli tidak berhenti dating,”kata pedagang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1.096, yang menekankan keseimbangan antara hiburan, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Festival berhasil menunjukkan bahwa musik dan teknologi bisa menyatukan warga, memperkuat jejaring komunitas, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Suasana malam itu, dengan dentuman bass dan sorak penonton yang riuh, benar-benar menghadirkan tema festival: Pasuruan benar-benar “Enjoy the Swara”.
“Suara dan semangat malam ini membuktikan Pasuruan bisa bersatu melalui musik, kreativitas, dan ekonomi rakyat,” ujar seorang pengunjung yang larut dalam keramaian.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar