Subandi: Sidoarjo Maju Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Ormas

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengajian Ahad Pahing bersama PDA Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengajian Ahad Pahing bersama PDA Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, M.Kn. menegaskan kemajuan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas). Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk memastikan pembangunan berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Benteng Akhlaq Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital” dengan menghadirkan Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. sebagai narasumber.

Di hadapan peserta pengajian, Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan. Ia memastikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah maupun ormas lainnya diberikan tanpa membeda-bedakan.

“Kita selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah. Setiap program dan kegiatan kita selalu bersinergi, tidak membedakan. Tugas Bupati adalah mengayomi semua organisasi,” ujar Subandi.

Ia juga menyebut kolaborasi dengan Muhammadiyah terus diperkuat, salah satunya melalui sektor pendidikan. Menurut Subandi, organisasi kemasyarakatan mempunyai kontribusi strategis dalam mendukung pendidikan sekaligus membangun sumber daya manusia dan karakter generasi penerus.

“Alhamdulillah, kita selalu ta’aruf dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah. Kita juga mengawal pendidikan di Muhammadiyah. Tugas Muhammadiyah juga mengantarkan pendidikan anak bangsa,” katanya.

Subandi menegaskan, keberhasilan pembangunan Sidoarjo tidak hanya bergantung pada kinerja pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan warga.

“Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kuncinya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan panjenengan semua,” tegasnya.

Komitmen menjadikan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan juga diwujudkan dengan membuka Pendopo Kabupaten Sidoarjo sebagai ruang bersama. Berbagai kegiatan positif masyarakat dapat memanfaatkan ruang tersebut, termasuk Pengajian Ahad Pahing yang diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan warga.

“Biarkan pendopo ini milik bersama. Tujuan pengajian Ahad ini bukan milik organisasi tertentu, tetapi untuk kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, tema pengajian menyoroti tantangan pendidikan anak di tengah derasnya perkembangan internet dan media sosial. Prof. Casmini mengingatkan bahwa anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga akhlak untuk menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan maupun dunia digital.

Ia mengaitkan pendidikan anak dengan QS. At-Tahrim ayat 6, QS. Luqman ayat 13, dan QS. Al-Furqan ayat 74. Menurutnya, ketiga ayat tersebut memberikan pesan mengenai tanggung jawab orang tua menjaga keluarga, menanamkan tauhid sejak dini, serta mendoakan keturunan menjadi qurrata a’yun atau penyejuk hati.

“Anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak. Orang tua harus menjadi bagian penting dalam membangun benteng anak ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan maupun dunia digital,” jelas Prof. Casmini.

Ia juga menekankan pengajian tidak cukup berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi perlu menghasilkan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, tabligh setidaknya harus mencakup tiga prinsip, yakni mencerdaskan, memberikan pencerahan, dan membahagiakan.

“Pertama, mencerdaskan. Mencerdaskan itu harus ada perubahan. Ini menjadi ciri Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang mengaji. Kedua, memberikan pencerahan. Ketiga, membahagiakan, sehingga kita selalu tersenyum,” tuturnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru