Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Sidak Sentra Kuliner Gajah Mada, Temukan Bangunan Retak

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak Sentra Kuliner Gajah Mada dan meninjau kondisi bangunan, Selasa (21/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak Sentra Kuliner Gajah Mada dan meninjau kondisi bangunan, Selasa (21/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Kondisi Sentra Kuliner Gajah Mada yang mulai mengalami penurunan kualitas fisik dan aktivitas usaha menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (21/7/2026), untuk melihat kondisi kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas pelaku UMKM.

Dalam peninjauan tersebut, Mimik mendapati sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditangani. Mulai dari bangunan yang tampak kusam, minim perawatan, hingga adanya retakan pada beberapa bagian konstruksi yang berpotensi mengganggu keselamatan pedagang dan pengunjung.

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan peran strategis Sentra Kuliner Gajah Mada sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM. Karena itu, Mimik meminta percepatan penataan dan revitalisasi agar kawasan kembali hidup dan mampu menarik masyarakat untuk berkunjung.

“Kasihan pelaku UMKM. Jangan sampai mereka terus bertahan dalam kondisi seperti ini. Penataan harus segera dilakukan agar tempat ini lebih layak, aman, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung,” tegasnya.

Selain menyoroti kondisi bangunan, Wabup juga mencermati tata letak lapak pedagang yang dianggap belum memberikan kesempatan usaha yang merata. Sejumlah pedagang yang menempati area belakang mengaku kesulitan mendapatkan pembeli karena lokasi mereka kurang terlihat oleh pengunjung.

Menurut Mimik, persoalan tersebut harus menjadi perhatian dalam proses revitalisasi. Penataan kawasan perlu dirancang agar seluruh pelaku usaha memiliki peluang yang sama untuk berkembang.

“Kalau yang di belakang terus sepi karena tidak terlihat, tentu tidak adil. Penataannya harus dipikirkan supaya semua pedagang bisa berkembang,” ujarnya.

Saat menemukan retakan pada salah satu pilar bangunan, Mimik langsung meminta dilakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Ia menegaskan aspek keselamatan wajib menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas publik.

“Kalau sampai ada bagian bangunan yang jatuh dan menimpa pengunjung atau pedagang, siapa yang bertanggung jawab? Keselamatan harus menjadi prioritas,” katanya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, menjelaskan Sentra Kuliner Gajah Mada berdiri di atas lahan sekitar 2.147 meter persegi. Pemkab Sidoarjo saat ini tengah menyiapkan program revitalisasi dengan konsep yang lebih modern dan terintegrasi.

Menurutnya, kawasan tersebut nantinya tidak hanya difungsikan sebagai sentra kuliner. Pemerintah juga merancang pengembangan kawasan sebagai pusat oleh-oleh khas UMKM Sidoarjo yang dilengkapi ruang pelatihan dan pembinaan usaha.

“Perencanaan sudah kami susun dan selanjutnya akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” jelas Amat.

Harapan terhadap revitalisasi juga disampaikan para pedagang. Ali Sabana, penjual sop buntut yang telah lama berjualan di lokasi tersebut, berharap pembenahan kawasan mampu mengembalikan keramaian seperti beberapa tahun lalu.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang pernah digelar, mulai pertunjukan musik hingga senam Minggu pagi, terbukti mampu mendatangkan pengunjung dan meningkatkan omzet pedagang. Ia berharap suasana itu dapat kembali hadir setelah revitalisasi dilakukan.

“Alhamdulillah kalau memang akan dikembangkan. Semoga semakin bagus dan ramai lagi seperti dulu. Dulu ada live music dan setiap Minggu pagi ada senam yang sangat membantu penjualan kami. Mudah-mudahan nanti bisa dihidupkan kembali,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru