Warga Lamongan Laporkan Developer Perumahan Tikung Kota Baru atas Dugaan Penipuan Tanah Sawah

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iksan saat melapor ke Polres Lamongan terkait tanah sawah yang belum dilunasi, 01 Februari 2026 (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Iksan saat melapor ke Polres Lamongan terkait tanah sawah yang belum dilunasi, 01 Februari 2026 (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang warga Lamongan, Iksan, melaporkan pemilik Perumahan Tikung Kota Baru (TKB), S (40), ke Polres Lamongan pada Minggu (01/02/26) atas dugaan penipuan dan penggelapan jual beli tanah sawah. Laporan ini muncul setelah Iksan merasa dirugikan karena pembayaran pelunasan tanah miliknya sejak 2024 belum diterima.

Iksan menjelaskan, transaksi tanah seluas 945 meter persegi di Desa Gumining, Kecamatan Tikung, senilai Rp189.000.000, baru dibayarkan DP sebesar 30 persen, atau Rp51.700.000, ditambah Rp5.000.000 secara tunai pada 31 Mei 2024. “Saya melaporkan Saudara S karena transaksi jual beli tanah sawah yang belum dilunasi. Berbagai upaya penagihan sebelumnya hanya berujung janji-janji,” terang Iksan di ruang tunggu Satreskrim Polres Lamongan.

Menurut Iksan, pelunasan seharusnya dilakukan satu tahun setelah pembayaran DP. Hal ini disampaikan karyawan Perumahan TKB, Kiki, di hadapan notaris saat transaksi berlangsung. Namun, hingga kini sisa pembayaran Rp132.300.000 belum diterima. “Setelah itu tidak pernah ada titik temu mengenai pembayaran pelunasan, berbagai upaya telah saya lakukan,” imbuhnya.

Kasus ini menunjukkan potensi sengketa properti yang kerap muncul antara warga dan pengembang perumahan di Lamongan. Para ahli hukum menyarankan agar setiap transaksi tanah melibatkan perjanjian resmi dan notaris untuk mencegah kerugian materil.

Iksan berharap Polres Lamongan bertindak tegas sesuai hukum. “Saya hanya memperjuangkan apa yang menjadi hak saya, selebihnya saya serahkan ke pihak Satreskrim Polres Lamongan untuk melakukan langkah tegas secara hukum,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Berita Terbaru