LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah menyusuri kawasan permukiman yang masih tergenang. Ia berdialog dengan warga, aparat desa, dan petugas lapangan guna mendapatkan gambaran langsung kondisi terkini pascabanjir.
“Saya datang untuk memastikan kondisi warga serta memastikan penanganan dilakukan secara optimal. Negara harus hadir bersama masyarakat, terutama di saat mereka menghadapi situasi sulit seperti ini,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi genangan.
Banjir di Kabupaten Lamongan dipicu hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa malam, 16 Desember 2025, hingga dini hari. Kondisi tersebut diperparah oleh air kiriman dari Waduk Gondang yang meningkatkan debit Sungai Bengawan Jero, sehingga menyebabkan genangan di sejumlah wilayah dataran rendah.
Di Kecamatan Deket, banjir berdampak pada empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Data sementara mencatat genangan merendam jalan poros desa dan lingkungan dengan ketinggian 10 hingga 26 sentimeter. Sebanyak 538 rumah warga terdampak dengan tinggi genangan rata-rata 5–10 sentimeter. Hingga Sabtu siang, kondisi banjir di kecamatan tersebut dilaporkan relatif stabil.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Penetapan status ini menjadi dasar percepatan penanganan, termasuk distribusi bantuan dan penguatan pemantauan lapangan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga karena potensi hujan masih tinggi. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Khofifah.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan data BMKG Juanda, potensi curah hujan pada Januari 2026 meningkat signifikan. Jika pada Desember 2025 intensitas hujan berada di kisaran 20 persen, maka pada Januari diperkirakan melonjak hingga 58 persen, sebelum menurun kembali pada Februari.
“Januari ini menjadi periode dengan potensi hujan tertinggi. Karena itu, seluruh daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana hidrometeorologi,” jelasnya.
Sebagai upaya mitigasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko banjir di wilayah rawan.
“OMC adalah bagian dari ikhtiar mitigasi yang kami lakukan. Upaya teknis ini tentu harus dibarengi dengan kesiapsiagaan di lapangan serta kerja sama semua pihak,” kata Khofifah.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan antara lain 200 paket sembako, 20 dus makanan siap saji, 20 dus lauk pauk, 20 dus tambahan gizi, 120 lembar selimut, serta 50 dus perlengkapan makanan.
Selain bantuan pangan, bantuan non-pangan turut disalurkan berupa 30 paket kebersihan, 60 potong sandang wanita, 72 potong sandang lansia, 60 potong sandang pria, 50 dus perlengkapan anak, serta 150 pasang sepatu boots untuk mendukung warga dan petugas lapangan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan mendukung penanganan di lapangan. Pemerintah Provinsi akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Khofifah.
Selain Kecamatan Deket, banjir juga melanda Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah dengan total 1.629 rumah terdampak. BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan intensif, mengoperasikan dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah, serta mengatur pintu air untuk mempercepat surutnya genangan.
Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ia mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas hingga kondisi benar-benar aman.
“Dengan ikhtiar bersama, kami optimistis air segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengawal penanganan hingga situasi sepenuhnya terkendali,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








