BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 50 pendonor darah sukarela di Kabupaten Bangkalan menerima penghargaan atas konsistensi mereka membantu sesama melalui donor darah. Di antara mereka, 11 pendonor telah mencapai 100 kali donor dan masih menunggu proses antrean penghargaan dari Presiden Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan Moh. Sa’a Ashjari, Rabu (7/10/2026). Para pendonor menerima pin dan piagam sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam kegiatan kemanusiaan.
Fauzan menyampaikan bahwa donor darah merupakan wujud kepedulian yang dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi. Menurutnya, konsistensi para pendonor layak mendapatkan penghargaan karena darah yang disumbangkan berpotensi membantu menyelamatkan nyawa.
“Setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan. Ini menunjukkan kepedulian dan semangat kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Fauzan.
Ia juga mengapresiasi PMI Bangkalan yang selama ini bersinergi dengan pemerintah daerah dan menjalankan berbagai kegiatan sosial. Peran PMI, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pelayanan darah, tetapi juga mencakup berbagai bentuk bantuan kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Bangkalan Moh. Sa’a Ashjari menjelaskan, data organisasi tersebut mencatat 190 pendonor telah mendonorkan darah sebanyak 10 kali, 64 pendonor mencapai 25 kali, 50 pendonor mencapai 50 kali, 25 pendonor mencapai 75 kali, dan 11 pendonor mencapai 100 kali.
Data tersebut menunjukkan adanya pendonor yang terus berkontribusi secara konsisten dalam jangka panjang. Mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi.
“Sebanyak 12 pendonor yang telah mencapai 75 kali donor sebelumnya juga telah menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. Sementara itu, 11 pendonor yang mencapai 100 kali donor masih menunggu proses antrean penghargaan dari Presiden Republik Indonesia,” ujar Sa’a.
Selain pelayanan donor darah, PMI Bangkalan juga terlibat dalam kegiatan sosial lainnya. Sa’a menyebut organisasi tersebut turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah PMI di tingkat daerah tidak terbatas pada penyediaan darah, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat.
Pemberian penghargaan kepada para pendonor menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi sukarela yang mereka lakukan. Konsistensi mendonorkan darah hingga puluhan kali sekaligus menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan di Kabupaten Bangkalan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar