BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pertanian merealisasikan penyaluran sembilan unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester kepada kelompok tani di enam kecamatan pada Tahun Anggaran 2025. Program ini diarahkan untuk mempercepat proses panen, menekan biaya produksi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan tenaga kerja pertanian.
Bantuan alsintan tersebut bersumber dari APBD 2025 dan merupakan hasil aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Bangkalan. Penyaluran dilakukan kepada kelompok tani yang dinilai aktif, terverifikasi, dan siap mengoperasikan alat secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Bangkalan, Abu Said, menegaskan bahwa penggunaan combine harvester menjadi solusi konkret atas persoalan klasik di lapangan, terutama kelangkaan tenaga panen dan tingginya biaya operasional. “Dengan berkurangnya tenaga kerja, alat combine ini sangat meringankan petani. Yang sebelumnya membutuhkan sekitar 15 orang, kini cukup satu operator dan pekerjaan bisa selesai dalam hitungan jam,” ujar Abu Said, Minggu (15/12/2025).
Ia menjelaskan, untuk lahan seluas satu hektare, panen menggunakan combine harvester dapat diselesaikan sekitar empat jam atau setengah hari. Bandingkan dengan metode manual yang membutuhkan waktu hingga dua hari dengan belasan pekerja. “Kalau manual satu hektare bisa dua hari dengan kurang lebih 15 orang. Biaya upah besar, belum lagi potensi kehilangan hasil panen. Dengan combine, petani jauh lebih terbantu dari sisi waktu dan biaya,” katanya.
Selain meningkatkan efisiensi, Abu Said menilai alsintan modern berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Panen yang lebih cepat dan presisi juga mengurangi risiko kehilangan hasil akibat cuaca dan keterlambatan panen. Pemerintah daerah berharap pemanfaatan alsintan ini dikelola secara kolektif oleh kelompok tani agar dampaknya merata dan berkelanjutan.
Ke depan, Dinas Pertanian Bangkalan menargetkan penguatan pendampingan teknis dan pengawasan penggunaan alsintan agar optimal, sekaligus memastikan program ini memberi dampak langsung bagi produksi padi dan pendapatan petani di daerah.
Penulis : Lan
Editor : Zainul Arifin








