Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Peringatkan Risiko iDRG Tanpa Juknis, Keberlangsungan Rumah Sakit Terancam

Kamis, 8 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyoroti risiko penerapan iDRG tanpa juknis yang jelas bagi keberlangsungan rumah sakit. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyoroti risiko penerapan iDRG tanpa juknis yang jelas bagi keberlangsungan rumah sakit. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Penerapan skema Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG) tanpa petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang jelas dinilai berisiko besar terhadap keberlangsungan layanan kesehatan nasional. Kebijakan ini dikhawatirkan menjadi titik rawan baru bagi rumah sakit, terutama swasta, jika dijalankan tanpa kesiapan regulasi yang memadai.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai situasi tersebut sebagai sinyal peringatan serius bagi pemerintah. Ia meminta Kementerian Kesehatan segera mengambil langkah korektif agar transformasi sistem pembiayaan kesehatan tidak berujung pada krisis layanan.

“Aspirasi yang disampaikan PERSI menunjukkan adanya kegelisahan nyata di lapangan. Transformasi memang penting, tetapi tanpa juklak dan juknis yang jelas, rumah sakit berada dalam posisi sangat rentan,” kata Lia saat ditemui di Surabaya, Kamis (7/1/2026).

Menurut Lia, rumah sakit swasta selama ini memegang peran strategis dalam menopang layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidakjelasan aturan turunan iDRG berpotensi menimbulkan tekanan finansial, mengganggu arus kas, hingga menghambat operasional harian rumah sakit.

“Jika sistem baru diterapkan tanpa kesiapan dan perlindungan regulasi, dampaknya tidak berhenti di manajemen rumah sakit. Pasien yang akan paling merasakan, mulai dari keterbatasan layanan hingga penurunan kualitas,” ujarnya.

Lia menekankan, perubahan mendasar dalam sistem kesehatan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Ia mendorong Kementerian Kesehatan membuka ruang dialog yang substantif dengan asosiasi rumah sakit dan pemangku kepentingan lain agar kebijakan iDRG benar-benar aplikatif.

“Kebijakan kesehatan harus partisipatif. Rumah sakit tidak boleh hanya menjadi objek, tetapi mitra dalam merumuskan solusi,” tegasnya.

Sebagai senator daerah, Lia menyatakan komitmennya mengawal isu iDRG melalui fungsi pengawasan DPD RI. Ia berjanji mendorong pertemuan terbuka antara Kemenkes, PERSI, dan pemangku kepentingan terkait.

“Transformasi sistem kesehatan seharusnya memperkuat ketahanan layanan. Kepastian juklak dan juknis iDRG adalah kunci agar rumah sakit tetap mampu melayani masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru