Dinilai Tak Adil, Senator DPD RI Lia Istifhama Dorong Kenaikan DBH Cukai Tembakau

Kamis, 8 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama saat bertemu Sekda Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya membahas dorongan kenaikan DBH Cukai Hasil Tembakau. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Senator DPD RI Lia Istifhama saat bertemu Sekda Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya membahas dorongan kenaikan DBH Cukai Hasil Tembakau. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyatakan kesiapannya memperjuangkan peningkatan porsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dinilai belum mencerminkan keadilan fiskal bagi daerah penghasil. Selama ini, kontribusi besar daerah terhadap penerimaan cukai nasional tidak sebanding dengan alokasi dana yang kembali ke daerah.

Lia mengungkapkan, alokasi DBHCHT untuk daerah selama bertahun-tahun hanya berada di kisaran tiga persen, bahkan pada tahun berjalan disebut turun hingga sekitar satu persen. Angka tersebut dinilai jauh dari proporsional, terutama bagi provinsi seperti Jawa Timur yang menjadi sentra utama petani tembakau dan industri hasil tembakau nasional.

“Cukai rokok itu lahir dari kerja keras petani, buruh pabrik, dan industri di daerah. Namun daerah penghasil justru hanya menerima bagian yang sangat kecil. Ini jelas tidak adil dan harus dikoreksi,” ujar Lia Istifhama. Ia menegaskan persoalan DBHCHT akan dibawa ke level nasional agar kebijakan pembagiannya ditinjau ulang.

Sorotan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, saat menerima kunjungan kerja Lia di Surabaya, Senin (6/1/2026). Menurut Adhy, perlakuan fiskal terhadap cukai hasil tembakau berbeda jauh dibandingkan skema bagi hasil sumber daya alam lainnya.

“Untuk sumber daya alam, daerah bisa memperoleh dana bagi hasil sampai 10 persen. Sementara cukai rokok, yang jelas-jelas berbasis aktivitas ekonomi daerah, porsinya justru sangat kecil,” kata Adhy Karyono. Ia menilai ketimpangan ini berpotensi melemahkan kapasitas fiskal daerah penghasil.

Selain besaran alokasi, Adhy juga menyoroti ketatnya pembatasan penggunaan DBHCHT. Saat ini, dana tersebut sebagian besar hanya diarahkan untuk sektor kesehatan, sementara kebutuhan daerah mencakup sektor lain yang tak kalah mendesak.

“Untuk kesehatan relatif sudah tercukupi. Tapi pendidikan, sosial, hingga infrastruktur masih membutuhkan dukungan anggaran. Sayangnya, DBHCHT tidak bisa digunakan secara fleksibel,” ujarnya.

Adhy secara terbuka meminta dukungan politik DPD RI agar kebijakan DBHCHT direvisi secara menyeluruh. Ia berharap ada keberanian untuk mengubah skema agar lebih proporsional dan menjawab kebutuhan riil masyarakat daerah.

Menanggapi hal itu, Lia menegaskan perjuangan DBHCHT bukan semata soal persentase, melainkan keberpihakan negara kepada daerah penghasil. “Saya akan mendorong agar DBHCHT lebih adil, lebih fleksibel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Berita Terbaru