Festival Mangrove ke-9 Jawa Timur, Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Dampak Nyata bagi Rakyat

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama, Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI Lia Istifhama, Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Hal itu disampaikan saat menghadiri Festival Mangrove ke-9 Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Pacitan.

Kehadiran Lia Istifhama dalam agenda tahunan tersebut dinilai memperkuat pesan bahwa isu lingkungan pesisir tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami dari abrasi dan intrusi air laut, sekaligus berperan dalam mitigasi perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan oleh wilayah pesisir.

“Festival mangrove ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang konsolidasi dan kolaborasi. Menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan ekonomi masyarakat pesisir hari ini dan masa depan generasi mendatang,” ujar Lia Istifhama dalam keterangannya.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti potensi ekonomi mangrove yang masih dapat dikembangkan secara optimal, mulai dari ekowisata, produk olahan berbasis mangrove, hingga penguatan UMKM lokal. Ia menilai pendekatan pembangunan berbasis lingkungan menjadi jawaban atas tantangan ketimpangan ekonomi di kawasan pesisir.

Lia juga mengapresiasi keterlibatan aktif pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, serta generasi muda yang konsisten melakukan rehabilitasi dan edukasi mangrove di berbagai daerah di Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan anak muda harus berada dalam satu barisan agar pelestarian mangrove memberi dampak nyata,” katanya.

Festival Mangrove ke-9 Jawa Timur diikuti oleh perwakilan daerah pesisir, pegiat lingkungan, pelaku UMKM, serta komunitas lokal. Sejumlah kegiatan digelar, seperti penanaman mangrove, pameran produk berbasis mangrove, diskusi lingkungan, hingga kampanye edukasi tentang pembangunan berkelanjutan.

Lia Istifhama berharap festival ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi pemicu lahirnya kebijakan konkret yang berpihak pada perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal. Ia menegaskan komitmennya di DPD RI untuk terus mendorong regulasi yang sejalan dengan kepentingan masyarakat pesisir.

“Ketika lingkungan terjaga, ekonomi rakyat tumbuh, dan generasi muda dilibatkan, di situlah arah pembangunan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru