Heboh! Pengunjung Kafe di Lamongan Tiba-Tiba Tewas, Polisi Turun Tangan

Minggu, 3 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang pria dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat berada di sebuah kafe di Jalan Suwoko, Kabupaten Lamongan, Minggu (3/5/2026) pagi. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat aparat kepolisian untuk memastikan penyebab kematian dan mencegah spekulasi di tengah masyarakat.

Korban diketahui berinisial KA (52), warga Kecamatan Sarirejo. Ia ditemukan tidak sadarkan diri sekitar pukul 10.20 WIB oleh pengunjung lain, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Mendapat laporan warga, tim dari Polres Lamongan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas gabungan dari unit patroli dan identifikasi segera melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana sekaligus memberikan kepastian informasi kepada publik, mengingat kasus kematian mendadak kerap memunculkan kekhawatiran di masyarakat.

Selain itu, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Proses medis ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Kasihumas Polres Lamongan, M. Hamzaid, membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa penanganan dilakukan sesuai prosedur.

“Benar, kami menerima laporan adanya pengunjung kafe yang meninggal mendadak. Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk dilakukan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, polisi masih mendalami keterangan saksi serta hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah terdapat faktor kesehatan atau penyebab lain di balik kejadian ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas di ruang publik. Di sisi lain, kecepatan respons aparat diharapkan mampu menjaga rasa aman dan kepercayaan publik terhadap penanganan kasus-kasus darurat.

“Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan selesai,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru