Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran

Senin, 14 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Perumahan Graha Indah, Paciran dan perwakilan perusahaan menggelar musyawarah yang dihadiri DLH Kabupaten Lamongan, Minggu, 13/092026. (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Warga Perumahan Graha Indah, Paciran dan perwakilan perusahaan menggelar musyawarah yang dihadiri DLH Kabupaten Lamongan, Minggu, 13/092026. (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Protes warga Perumahan Graha Indah, Paciran, Lamongan, terkait kepungan debu putih mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan turun tangan. Tim DLH dijadwalkan memeriksa lima industri di kawasan tersebut untuk memastikan aktivitas produksi dan pengendalian pencemaran yang dilakukan perusahaan.

Rencana pemeriksaan itu disampaikan Sekretaris DLH Kabupaten Lamongan Inganatul Muhimmah yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Lamongan Etik Sulistyani dalam musyawarah antara warga dan perwakilan perusahaan di Caffee Wetan Kali Dekat Paciran, Minggu sore, (13/09/2026).

Inganatul mengatakan pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari legalitas perusahaan, persetujuan lingkungan, pengendalian pencemaran udara dan air, hingga pengelolaan limbah B3.

Langkah tersebut diambil setelah warga menyampaikan keberatan atas polusi debu putih yang disebut mengepung kawasan permukiman dan memicu gangguan pernapasan akut. Warga juga mendesak perusahaan memasang alat pengendali debu atau dust collector serta mengevaluasi sistem penyaringan udara.

“Jika hasil verifikasi menunjukkan pelanggaran, kami akan berikan evaluasi tegas. Secara teknologi, debu ini harusnya bisa dieliminasi agar industri dan masyarakat bisa berdampingan,” tegas Inganatul.

Di tengah persoalan tersebut, muncul perbedaan keterangan mengenai material yang diproses di salah satu lokasi. Staf perusahaan SDL, Luthfi, mengklarifikasi bahwa aktivitas yang berlangsung bukan penggilingan batu kapur atau dolomit, melainkan penggilingan bintonit.

Sementara itu, fakta operasional yang disampaikan menunjukkan izin operasi perusahaan terdaftar sebagai penggilingan batu kapur/dolomit. Dalam realisasi produksinya, perusahaan disebut melakukan penggilingan bintonit tanpa proses granulasi.

Bahan baku bintonit tersebut dikirim dari Blitar. Material itu digunakan untuk penguatan cangkang telur ayam sebagai bahan dasar pakan ternak unggas.

Hasil produksi kemudian didistribusikan ke perusahaan Pokphand Sidoarjo dan sejumlah wilayah lain, termasuk hingga luar Jawa. Adapun aktivitas penggilingan dolomit diklaim berada di sisi timur.

Perbedaan keterangan mengenai jenis material tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan lapangan oleh DLH. Pemeriksaan juga akan menjadi dasar untuk melihat kesesuaian antara kegiatan produksi, perizinan, serta sistem pengendalian pencemaran yang diterapkan perusahaan.

Perwakilan perusahaan, H. Warto, menyatakan pihaknya memilih mengikuti proses pemeriksaan yang akan dilakukan pemerintah daerah dan tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum verifikasi lapangan dilakukan.

“Sementara kita tidak bisa menyimpulkan terlalu dini. Kita mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh pihak DLH dan menunggu hasil pihak dinas lebih lanjut untuk turun ke lapangan,” ujarnya.

Pemeriksaan lima industri tersebut diharapkan dapat menjawab sumber persoalan debu putih yang dikeluhkan warga sekaligus memastikan aktivitas industri di kawasan Paciran berjalan sesuai ketentuan lingkungan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru