LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Panen raya padi Musim Tanam (MT) II di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, mencatat produktivitas rata-rata 11,3 ton per hektare. Capaian tersebut mendorong petani bersiap mempercepat Musim Tanam (MT) III, terlebih pemerintah daerah memberikan dukungan sarana pengairan untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan panen raya di Desa Truni mencakup lahan seluas 130 hektare. Sejumlah varietas bahkan mampu menghasilkan produktivitas 11 hingga 11,5 ton per hektare dengan potensi mencapai 12 ton per hektare.
“Hari ini adalah panen raya padi MT II di Desa Truni. Luasan panen raya padi di Desa Truni adalah 130 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 11,3 ton per hektare. Bahkan, sejumlah varietas padi di wilayah tersebut mampu menghasilkan produktivitas antara 11 hingga 11,5 ton per hektare, dengan potensi mencapai 12 ton per hektare,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat hadir pada panen raya padi dan bawang merah, Selasa (15/9) di Lapangan KDMP Desa Truni.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menilai Desa Truni menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan beriringan dengan diversifikasi komoditas.
Selain padi sebagai komoditas utama, pengembangan bawang merah di Desa Truni juga terus dilakukan sejak 2018 untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian.
Dalam panen raya tersebut, bawang merah dipanen dari lahan sekitar 3 hektare dengan harga jual berada pada kisaran 18.000 hingga 20.000 per kilogram.
Pak Yes meminta capaian produksi tersebut dipertahankan dengan memastikan petani segera mempersiapkan musim tanam berikutnya setelah panen selesai.
“Setelah panen ini kita berharap segera tanam kembali. Dengan dukungan air yang cukup, MT III harus kita percepat sehingga lahan tetap produktif dan produksi pertanian terus terjaga,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito melaporkan, berdasarkan data hingga 14 September 2026, luas tambah tanam (LTT) padi di Lamongan periode Januari 2026 mencapai 99.473 hektare. Sementara itu, luas tambah panen (LTP) tercatat 133.595 hektare.
Khusus Kecamatan Babat, luas tanam padi pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 4.185 hektare, sedangkan luas panennya mencapai 6.681 hektare. Adapun LTT padi di Desa Truni tercatat 130 hektare.
Menurut Mugito, pengembangan pertanian di Lamongan diarahkan untuk mendukung implementasi program prioritas lumbung pangan nasional sebagai tindak lanjut Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan pangan.
Dukungan terhadap produksi pertanian juga diberikan melalui penyediaan benih unggul. Pada 2026, bantuan benih padi telah terealisasi untuk lahan seluas 18.035 hektare dengan total 450.875 kilogram.
Selain itu, bantuan benih jagung telah terealisasi untuk 13.605 hektare sebanyak 204.075 kilogram. Bantuan benih kedelai mencapai 167 hektare sebanyak 8.350 kilogram, sedangkan benih kacang hijau diberikan untuk lahan seluas 150 hektare sebanyak 3.750 kilogram.
Dalam panen raya di Desa Truni, Pemkab Lamongan juga menyerahkan sejumlah sarana pertanian untuk memperkuat pengairan. Bantuan tersebut terdiri atas tiga unit irigasi perpompaan (irpom), dua unit pompa 6 dm, satu unit pompa 3 dm, serta satu unit long storage.
Dukungan sarana pengairan itu diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus membantu petani mempercepat pelaksanaan MT III.
Dengan capaian produktivitas pada MT II dan dukungan pengairan tersebut, keberlanjutan musim tanam menjadi fokus berikutnya agar lahan tetap produktif dan produksi pertanian Lamongan terus terjaga.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar