LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Harga tembakau di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren positif saat musim panen 2026 memasuki puncaknya. Untuk daun tengah varietas Jawa, harga jual saat ini mencapai Rp47 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani di tengah tantangan budidaya berupa cuaca panas dan keterbatasan ketersediaan air di sejumlah wilayah sentra tembakau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan harga tembakau sangat dipengaruhi kualitas dan tingkat kemasakan daun. Tembakau yang dipanen dalam kondisi kurang masak atau sudah memasuki posisi daun atas berpotensi memiliki harga lebih rendah.
“Harga tembakau saat ini cukup bagus, khususnya varietas Jawa dan Virginia, dengan daun tengah varietas Jawa berada di kisaran 47 ribu hingga 52 ribu, sedangkan pada varietas Virginia mencapai 38 ribu hingga 40 ribu. Ini tentu menjadi peluang yang baik bagi petani, meskipun kualitas dan tingkat kemasakan daun tetap menjadi faktor yang menentukan harga,” tutur Mugito saat ditemui, Selasa (15/9) di Kabtor DKPP Kabupaten Lamongan.
Musim tanam tembakau di Lamongan telah berlangsung sejak akhir April hingga Mei 2026. Budidayanya tersebar di Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring, dan Sukorame.
Hingga akhir September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Lamongan teridentifikasi mencapai 9.213 hektare. Sementara musim panen telah dimulai sejak Agustus dan masih berlangsung hingga September.
Di balik harga yang relatif baik, petani masih menghadapi tantangan dari kondisi cuaca. Panas yang cukup ekstrem serta keterbatasan air berdampak terhadap pertumbuhan tanaman di sejumlah lokasi. Bahkan, ditemukan tanaman tembakau yang mengalami pertumbuhan kerdil.
Pada fase pertumbuhan, tanaman tembakau membutuhkan ketersediaan air yang cukup untuk mendukung perkembangannya. Kondisi tersebut menjadi perhatian DKPP Kabupaten Lamongan dalam memberikan pendampingan kepada petani, terutama untuk menyesuaikan teknik budidaya dengan karakter musim tanam tahun ini.
DKPP Lamongan juga terus melakukan imbauan dan sosialisasi mengenai kondisi musim serta teknik budidaya yang sesuai untuk menjaga produktivitas tanaman.
Dukungan kepada petani turut diberikan melalui bantuan sarana produksi dan sarana pertanian (saprodi dan saprotan). Bantuan tersebut antara lain benih bersertifikat, pelatihan pembibitan, hand sprayer elektrik, hand tractor, alat perajang beserta kelengkapannya, serta pembangunan infrastruktur jalan produksi kawasan perkebunan.
Selain itu, pada tahun sebelumnya DKPP Kabupaten Lamongan telah membangun sumur tanah dangkal di sejumlah titik wilayah kecamatan penghasil tembakau, khususnya kawasan Lamongan bagian selatan.
Infrastruktur tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketersediaan air bagi aktivitas pertanian di wilayah sentra tembakau.
Dengan luas tanam yang mencapai 9.213 hektare dan harga daun tengah varietas Jawa yang berada di kisaran Rp47 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram, momentum panen 2026 memberikan peluang ekonomi bagi petani Lamongan.
Namun, kualitas hasil panen tetap menjadi salah satu penentu harga yang diterima petani. Karena itu, kondisi tanaman, tingkat kemasakan daun, ketersediaan air, serta teknik budidaya menjadi faktor yang tidak terpisahkan dari hasil panen tembakau tahun ini.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar