MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kesiapsiagaan menghadapi bencana diuji secara langsung dalam Workshop Nasional MATRIX (Mataram Disaster Response and Evacuation Drill) yang digelar RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Memasuki hari kedua, peserta mengikuti simulasi tanggap darurat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan dan RSUD H. Moh. Ruslan, Selasa (15/9/2026).
Simulasi tersebut menjadi bagian penting dari pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan bencana, khususnya di lingkungan rumah sakit.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan Workshop Nasional MATRIX dirancang untuk memperkuat kapasitas menghadapi kondisi darurat melalui perpaduan pembelajaran teori dan praktik lapangan.
“Melalui Workshop Nasional MATRIX ini, kami berupaya meningkatkan kesiapan dan keterampilan peserta dalam menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan dan bencana. Simulasi lapangan menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan prosedur penanganan bencana secara langsung,” ujarnya.
Dalam simulasi, peserta mendapatkan praktik dari sejumlah narasumber dan instansi yang terlibat dalam penanganan kondisi darurat.
Materi yang diberikan antara lain praktik pemadaman api awal bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, praktik triage oleh tim PSC 119 MEMS, serta penilaian kelayakan bangunan pascagempa bersama PUPR NTB.
Peserta juga mengikuti praktik peningkatan surge capacity yang difasilitasi STIKES Mataram. Materi ini berkaitan dengan kemampuan meningkatkan kapasitas pelayanan ketika terjadi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan akibat bencana.
Rangkaian praktik tersebut membuat peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga terlibat langsung dalam berbagai tahapan penanganan bencana berdasarkan skenario yang diberikan selama simulasi.
Bagi rumah sakit, kemampuan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian penting agar respons terhadap kondisi darurat dapat berjalan efektif.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Workshop Nasional MATRIX. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi dan unsur terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Penanganan bencana membutuhkan sinergi dan kerja sama antarpihak. Karena itu, melalui kegiatan ini kami berharap terbangun jejaring kolaborasi yang semakin kuat, sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih efektif,” jelas dr. Hj. NK Eka Nurhayati.
Simulasi lapangan tersebut menjadi salah satu rangkaian Workshop Nasional MATRIX yang diselenggarakan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Melalui workshop tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan fasilitas pelayanan, serta kerja sama antarinstitusi sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar