SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Baru dua pekan beroperasi, layanan cuci darah di RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) sudah mencatat 30 pasien yang mendaftar. Fasilitas yang berada di kawasan Krian, Sidoarjo, itu kini diperkuat 14 mesin dialisis untuk memenuhi kebutuhan pasien di wilayah barat.
Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat resmi memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak 1 September 2026. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi tambahan akses bagi pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.
Dari 14 mesin yang tersedia, 12 mesin digunakan untuk pasien reguler. Satu mesin dikhususkan bagi pasien hepatitis, sementara satu mesin lainnya disiapkan sebagai cadangan.
Tingginya pendaftaran pasien sejak layanan dibuka menunjukkan kebutuhan terhadap fasilitas dialisis yang mudah dijangkau menjadi salah satu persoalan penting bagi masyarakat Sidoarjo bagian barat.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan layanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat memang telah lama dinantikan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan ini. Sekarang, masyarakat Sidoarjo, khususnya di wilayah barat, sudah tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mendapatkan pelayanan dialisis atau cuci darah,” ujar Mimik saat meresmikan Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat, Selasa (15/9/2026).
Menurut Mimik, pembangunan fasilitas kesehatan harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat. Keberadaan gedung dan peralatan medis, kata dia, harus diikuti pelayanan yang membuat pasien merasa aman dan nyaman.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan. Senyum, keramahan, perhatian, dan ketulusan tenaga kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam mendampingi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.
“Orang sakit itu bukan hanya mencari obat. Jika kita melayani dengan ikhlas, memberikan senyuman, keramahan, dan doa, insyaallah itu menjadi salah satu obat yang paling mujarab,” katanya.
Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat dr. Abdillah Segaf Al Hadad mengatakan kesiapan layanan dialisis dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari fasilitas hingga sumber daya manusia.
Dokter umum dan perawat telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendukung operasional layanan dialisis. Rumah sakit juga telah menyelesaikan proses kredensialing bersama BPJS Kesehatan sebagai bagian dari kesiapan pelayanan bagi peserta JKN sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mulai 1 September 2026, Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat telah resmi beroperasi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Abdillah.
Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, pasien yang membutuhkan cuci darah secara rutin memiliki pilihan layanan yang lebih dekat di wilayah Sidoarjo bagian barat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap keberadaan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat tidak sekadar menambah fasilitas kesehatan, tetapi juga memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang berkelanjutan.
Bagi pasien yang harus menjalani cuci darah secara berkala, kedekatan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting karena dapat mengurangi beban perjalanan untuk mendapatkan terapi.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar