SEMARANG, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mempelajari lima aspek strategis pengelolaan rumah sakit melalui studi banding ke RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan meningkatkan kinerja pelayanan.
Lima aspek yang menjadi perhatian meliputi peningkatan pendapatan rumah sakit dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), inovasi pelayanan serta transformasi digital, tata kelola keuangan BLUD, strategi kerja sama operasional dengan pihak ketiga, serta pengelolaan perbekalan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP).
Studi banding tersebut juga menjadi momentum bagi RSUD H. Moh. Ruslan untuk memperkuat tata kelola menjelang pemeriksaan kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait pelayanan kesehatan tahun 2025 dan semester I 2026.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kunjungan tersebut ditujukan untuk menggali referensi dan praktik baik yang dapat diterapkan dalam pengelolaan rumah sakit.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mendapatkan berbagai referensi dan praktik baik yang telah diterapkan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro, khususnya dalam pengelolaan BLUD, peningkatan kinerja operasional, serta pengembangan inovasi pelayanan. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan RSUD H. Moh. Ruslan,” ujarnya.
RSUD H. Moh. Ruslan merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram dengan klasifikasi tipe B pendidikan. Berdiri sejak Maret 2010, rumah sakit ini memiliki kapasitas 294 tempat tidur dan menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD.
Eka Nurhayati menyebut kesamaan klasifikasi rumah sakit menjadi peluang untuk bertukar pengalaman. Namun, kapasitas tempat tidur dan pengalaman operasional RSD K.R.M.T. Wongsonegoro yang lebih besar menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.
“Kesamaan karakteristik rumah sakit menjadi peluang bagi kami untuk saling bertukar pengalaman. Namun, pengalaman operasional yang lebih luas tentu memberikan banyak pembelajaran, terutama dalam membangun sistem pengelolaan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan,” tambahnya.
Menurut Eka, penguatan tata kelola keuangan harus berjalan seiring peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan efisiensi sumber daya.
“Penguatan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target keuangan, tetapi juga bagaimana seluruh sumber daya rumah sakit dikelola secara optimal untuk menunjang pelayanan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan RSUD H. Moh. Ruslan turut melibatkan Forum Wartawan Kota (FORWAKOT) dan perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram. Mereka disambut Wakil Direktur Pelayanan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro, dr. Lia Sasdesi Mangiri, Sp.Rad., bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Agenda dilanjutkan dengan hospital tour ke sejumlah unit pelayanan unggulan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro. Rombongan melihat langsung sistem pelayanan, inovasi, dan tata kelola operasional yang diterapkan rumah sakit tersebut.
Eka Nurhayati berharap hasil kunjungan dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi dan penerapan strategi yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik RSUD H. Moh. Ruslan.
“Tujuan akhir dari studi banding ini adalah bagaimana pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan rumah sakit. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kinerja dan pengelolaan keuangan tetap berjalan beriringan dengan komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.
RSUD H. Moh. Ruslan berharap kunjungan ini menjadi awal kolaborasi dan pertukaran pengetahuan berkelanjutan dengan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar