Hampir Sebulan Serumah, Warga Jarin Berat Berpisah dengan Prajurit TMMD

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebersamaan warga Desa Jarin dengan prajurit Satgas TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan selama pelaksanaan pembangunan rumah di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Kebersamaan warga Desa Jarin dengan prajurit Satgas TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan selama pelaksanaan pembangunan rumah di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Pembangunan rumah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, menghadirkan cerita persaudaraan antara prajurit dan masyarakat. Hampir sebulan tinggal di rumah Dahlawi, sejumlah anggota Satgas TMMD justru menjadi bagian dari keluarga yang kini berat untuk dilepaskan.

Salah satu prajurit yang tinggal di rumah tersebut adalah Prada Muh. Aril, personel Yon TP 539/Ronggosukowati yang berasal dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bagi Dahlawi, kehadiran para tentara di rumahnya awalnya menimbulkan rasa sungkan. Namun, interaksi sehari-hari perlahan mengubah suasana. Prajurit yang semula dianggap sebagai tamu kini terasa seperti anak sendiri.

“Awalnya saya sungkan, karena rumah didatangi tentara. Setelah hampir sebulan bersama, justru saya merasa seperti kedatangan anak sendiri,” kata Dahlawi, Selasa (3/11/2026).

Kehidupan rumah tangga Dahlawi pun menjadi lebih ramai. Setiap pagi, para prajurit berangkat menuju lokasi pembangunan. Sore hari, mereka kembali untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga tuan rumah.

Kebersamaan itu bahkan menjadi kesempatan saling mengenal budaya dan bahasa. Dahlawi mengaku sering mengajari para prajurit bahasa Madura, sementara dirinya belajar bahasa Indonesia dari mereka.

“Mereka kalau sudah istirahat tidak ribut. Kami sering duduk bersama, saya ajari mereka bahasa Madura, mereka ajari saya bahasa Indonesia,” ucapnya.

Kesan mendalam lainnya muncul dari kedisiplinan para prajurit selama menjalankan tugas. Dahlawi melihat mereka tetap bekerja meskipun harus menghadapi cuaca panas ketika mengerjakan fondasi rumah.

Saat ditanya mengenai rasa lelah, Prada Aril mengingatkan bahwa pekerjaan harus dijalani dengan ikhlas dan tidak banyak mengeluh. Prajurit tersebut juga menjaga kondisi tubuh dengan rutin mengonsumsi vitamin.

Kedekatan antara prajurit dan keluarga Dahlawi tidak hanya terjalin melalui percakapan. Keluarga tersebut hampir setiap hari mengantarkan makanan ke lokasi pembangunan.

Menu sederhana berupa nasi jagung dan ikan berkuah kuning menjadi salah satu hidangan favorit Aril. Keramahan warga Jarin bahkan kerap diceritakannya kepada keluarga di Palu melalui sambungan telepon.

“Dia telepon keluarganya di Palu, dia bilang warga Jarin baik-baik. Mendengar itu saya jadi haru,” tutur Dahlawi.

Sementara itu, pembangunan rumah Dahlawi terus menunjukkan perkembangan. Fondasi telah berdiri dan dinding mulai dikerjakan.

Namun, di tengah progres pembangunan tersebut, Dahlawi justru mulai memikirkan berakhirnya kebersamaan dengan para prajurit. Baginya, kehadiran Satgas TMMD telah memberikan pengalaman yang jauh lebih berharga daripada sekadar pembangunan fisik.

Ia berharap program serupa dapat berlangsung lebih lama agar hubungan yang sudah terjalin tidak terputus begitu saja.

“Kalau boleh, TMMD ini diperpanjang. Rumah selesai itu biasa, tapi silaturahmi ini yang luar biasa,” tutupnya.

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemiskinan Banyuwangi Turun ke 5,6 Persen, Terendah Sejak 2004
Baznas Probolinggo Raih ATM Award 2026, Perkuat Dukungan Program Kesehatan
Khofifah Tanam 8.100 Mangrove, Festival Jatim Pecahkan Rekor MURI
Bangkalan Siapkan 32 Welder Bersertifikat, PT Adiluhung Buka Peluang Kerja bagi Peserta Kompeten
Bangkalan Koleksi 20 Medali di POPDA Jatim 2026, Fauzan Ja’far Ingatkan Atlet Tak Cepat Puas
4.246 Lowongan Kerja Dibuka, TPT Sidoarjo Masih Tertinggi di Jatim
Gerakan Pangan Murah Jember Hadir di Mundurejo, Warga Bisa Belanja Kebutuhan Pokok Terjangkau
Dari Tambak hingga Kebun Melon, AIoT Bawa Perubahan bagi Petani Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:22

Hampir Sebulan Serumah, Warga Jarin Berat Berpisah dengan Prajurit TMMD

Rabu, 4 November 2026 - 08:52

Kemiskinan Banyuwangi Turun ke 5,6 Persen, Terendah Sejak 2004

Rabu, 4 November 2026 - 08:46

Baznas Probolinggo Raih ATM Award 2026, Perkuat Dukungan Program Kesehatan

Rabu, 4 November 2026 - 08:32

Khofifah Tanam 8.100 Mangrove, Festival Jatim Pecahkan Rekor MURI

Rabu, 4 November 2026 - 07:47

Bangkalan Koleksi 20 Medali di POPDA Jatim 2026, Fauzan Ja’far Ingatkan Atlet Tak Cepat Puas

Berita Terbaru