BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 32 tenaga kerja lokal Kabupaten Bangkalan disiapkan mengikuti pelatihan pengelasan atau welder berbasis kebutuhan industri. Program ini dirancang tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan dengan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor industri maritim.
Kesepakatan itu dibahas dalam kegiatan courtesy call dan rapat koordinasi teknis di lingkungan perusahaan, Selasa (3/11/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.
Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tri Sukmana, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan kompetensi masyarakat lokal.
“Ini merupakan bentuk konkret sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia industri. Kami ingin pelatihan yang diselenggarakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga tenaga kerja lokal tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki peluang untuk langsung terserap di dunia kerja,” ungkap Jemmi.
Program yang disiapkan berupa Tailor Made Training (TMT) Plat Welder SMAW 3G. Pelatihan dirancang secara khusus sesuai kebutuhan industri, dengan melibatkan tiga pihak dalam pelaksanaannya.
PT Adiluhung bertanggung jawab melakukan perekrutan peserta. Sementara pelatihan dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Bangkalan. Setelah itu, peserta menjalani uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Sidoarjo.
Peserta yang dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) nantinya akan diserap atau dipekerjakan oleh PT Adiluhung.
Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan hari dengan total 80 jam pelajaran (JP). Pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang atau batch, masing-masing diikuti 16 peserta.
Dengan skema tersebut, sebanyak 32 tenaga kerja lokal Bangkalan menjadi sasaran program peningkatan kompetensi yang terhubung langsung dengan kebutuhan perusahaan.
Jemmi menilai pola pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Kami berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bangkalan. Dengan begitu, masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di daerahnya sendiri, khususnya pada sektor industri maritim,” tambahnya.
Disperinaker Bangkalan berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan tenaga kerja lokal yang terampil, tersertifikasi, dan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia industri.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar