Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana Darurat tapi Ada Syaratnya

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori meninjau kondisi Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pascakebakaran, Selasa (3/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori meninjau kondisi Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pascakebakaran, Selasa (3/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk membantu pemulihan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, yang terbakar pada akhir September 2026. Namun, bantuan tersebut belum dapat dicairkan karena masih menunggu surat permohonan resmi dari pemerintah desa.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, saat meninjau lokasi kebakaran pasar pada Selasa (3/11/2026). Pemkab menyatakan siap membantu pemulihan, tetapi proses penggunaan anggaran harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

” tentunya nanti sesuai regulasi atau aturan. Sesuai arahan Bapak Bupati, pemerintah berupaya membantu penanganan ini melalui skema BTT,” ujar Shobih.

Menurut Shobih, pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan berada dalam kewenangan berbeda, yakni organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah desa. Pasar Kepulungan sendiri berada di bawah pengelolaan desa.

Meski demikian, Pemkab Pasuruan menyatakan tetap berkomitmen membantu masyarakat terdampak melalui pembinaan kewilayahan dan mekanisme anggaran yang tersedia.

Surat permohonan resmi dari pemerintah desa menjadi dokumen penting untuk memulai proses pencairan. Berkas tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkab dalam mengkaji besaran bantuan sekaligus menentukan skema penggunaan anggaran secara akuntabel.

Para pedagang sebelumnya berharap perbaikan pasar dapat segera dilakukan, terutama menjelang musim penghujan. Namun, Shobih menegaskan kebutuhan percepatan tidak bisa mengabaikan prosedur administrasi dan ketentuan keuangan daerah.

“Bukan persoalan musim penghujan atau tidak, kami harus patuh aturan. Walau kondisinya mendesak, anggaran daerah tidak bisa cair tanpa syarat administrasi yang lengkap,” tegasnya.

Pemkab Pasuruan memastikan proses verifikasi dan penyaluran bantuan BTT akan segera dilakukan setelah pemerintah desa melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Dengan demikian, percepatan pemulihan Pasar Kepulungan kini bergantung pada kelengkapan administrasi sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah daerah.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Tambak hingga Kebun Melon, AIoT Bawa Perubahan bagi Petani Lamongan
Jembatan Garuda Merah Putih Kepulungan Dibuka, Petani dan Pelajar Kini Lebih Mudah Melintas
APBD Pasuruan 2027 Capai Rp4,07 Triliun, Rp363 Miliar Disiapkan untuk Tiga Proyek Strategis
Pasar Murah Khofifah di Lamongan, Beras Rp11.000 dan 10 Doorprize Dibagikan
Antisipasi Kekeringan, Dinas Perkim Ngawi Siapkan Anggaran Rp7 Miliar untuk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Tahun 2027
3.794 PPPK Paruh Waktu Sidoarjo Perpanjang Kontrak, Ada Rencana Peningkatan Kesejahteraan
Khofifah Takziah ke Keluarga Korban Longsor Lumajang, Bawa Santunan dan Bantuan Renovasi
Ribuan Jemaah Padati Jember Bermunajat, Gus Fawait Apresiasi Pemuda Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:34

Dari Tambak hingga Kebun Melon, AIoT Bawa Perubahan bagi Petani Lamongan

Selasa, 3 November 2026 - 18:15

Jembatan Garuda Merah Putih Kepulungan Dibuka, Petani dan Pelajar Kini Lebih Mudah Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 18:01

APBD Pasuruan 2027 Capai Rp4,07 Triliun, Rp363 Miliar Disiapkan untuk Tiga Proyek Strategis

Selasa, 3 November 2026 - 17:54

Pasar Murah Khofifah di Lamongan, Beras Rp11.000 dan 10 Doorprize Dibagikan

Selasa, 3 November 2026 - 13:46

Antisipasi Kekeringan, Dinas Perkim Ngawi Siapkan Anggaran Rp7 Miliar untuk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Tahun 2027

Berita Terbaru