PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memproyeksikan belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp4,07 triliun. Dari total penerimaan pembiayaan Rp550,3 miliar, pemerintah daerah merencanakan pinjaman sebesar Rp363 miliar untuk mendanai tiga proyek strategis.
Proyeksi tersebut disampaikan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, saat menyerahkan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (3/11/2026).
Dalam rancangan anggaran tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp3,52 triliun. Sementara belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp4,07 triliun sehingga terdapat selisih yang akan ditutup melalui skema pembiayaan daerah.
Rusdi menjelaskan, penyusunan APBD 2027 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2026. Pemerintah daerah menetapkan tiga prioritas utama, yakni optimalisasi pelayanan publik, penguatan perekonomian daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ada tiga program prioritas utama yang kami formulasikan dalam APBD 2027 ini, yaitu perwujudan pelayanan publik yang optimal, penguatan perekonomian daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rusdi.
Dari sisi pendapatan, Pemkab Pasuruan memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,76 triliun. Penerimaan tersebut ditopang pajak daerah senilai Rp1,13 triliun dan retribusi daerah Rp613,1 miliar.
Sementara pendapatan transfer juga ditargetkan sebesar Rp1,76 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari transfer pemerintah pusat senilai Rp1,62 triliun.
Adapun alokasi belanja daerah terdiri atas belanja operasi sebesar Rp2,51 triliun, belanja modal Rp871,01 miliar, belanja transfer Rp653,47 miliar, serta belanja tidak terduga (BTT) Rp35 miliar.
Sektor pelayanan dasar tetap menjadi perhatian dalam rancangan anggaran tersebut. Pemkab mengalokasikan Rp718,8 miliar untuk pendidikan dan Rp1,11 triliun untuk kesehatan.
Selain itu, sektor pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) memperoleh anggaran Rp651 miliar guna mendukung pembangunan serta konektivitas wilayah.
Di sektor infrastruktur dan pengembangan kawasan, Pemkab Pasuruan merencanakan pembiayaan melalui pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar. Dana tersebut secara khusus diarahkan untuk tiga proyek strategis.
Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan gedung RSUD Purwodadi, revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, serta revitalisasi objek wisata Pemandian Alam Banyubiru.
Pelaksanaan proyek fisik tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap mulai tahun anggaran 2027. Rusdi menegaskan, penggunaan dana pinjaman akan dikawal dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.
Pemkab Pasuruan berharap pembahasan Raperda APBD 2027 bersama DPRD dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal, sehingga program pembangunan yang direncanakan dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap seluruh rangkaian pembahasan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan konstruktif, serta dapat diselesaikan sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar