Polusi Debu Pabrik Dolomit Kepung Permukiman Warga Lamongan

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video polusi debu dari pabrik pengolahan dolomit di Desa Drajat, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tangkapan layar video polusi debu dari pabrik pengolahan dolomit di Desa Drajat, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ratusan warga Perumahan Graha Indah, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan polusi debu putih yang disebut berasal dari aktivitas pabrik pengolahan dolomit di Desa Drajat. Sepanjang September 2026, debu dilaporkan mengepung permukiman setiap hari hingga menutupi rumah dan kendaraan serta berdampak pada tanaman warga.

Keluhan tersebut mengemuka di tengah kondisi kemarau ekstrem. Lokasi permukiman yang berbatasan langsung dengan area pabrik membuat warga merasa terdampak langsung oleh debu yang bertebaran ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Ketua RT Perum Graha Indah, Roni Sumitro, menunjukkan lapisan debu putih yang menempel di atap rumah warga. Ia menilai kondisi tersebut sudah mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami hidup bersama racun debu! Rumah kami bukan gudang debu! Pohon saja tak bisa bernapas, apalagi kami,” protes Roni.

Warga kemudian menggaungkan aksi “Stop Polusi Dolomit”. Mereka mendesak pihak pabrik segera memasang alat pengendali debu atau dust collector serta mengevaluasi sistem penyaringan material untuk mencegah partikulat terlepas ke lingkungan permukiman.

Masyarakat juga meminta Pemerintah Desa Paciran dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan menjadi mediator secara objektif. Selain itu, warga mendesak dilakukan uji baku mutu udara di lapangan guna mengetahui kondisi kualitas udara di sekitar permukiman.

Keluhan tersebut mendapat respons dari DLH Kabupaten Lamongan. Sekretaris DLH Kabupaten Lamongan, Inganatul Muhimmah, S.T., M.T., yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Lamongan Etik Sulistyani, S.Sos., M.Si., menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan pengecekan ke lapangan.

“Kami baru terima informasi kaitan hal tersebut siang ini, Senin kami akan cek lapangan. Secara umum, kegiatan pengolahan kapur harus memasang alat pengendali emisi berupa dust collector atau cyclone,” tegas Inganatul saat dikonfirmasi, Sabtu 12 September 2026.

Menurut Inganatul, alat pengendali emisi tersebut diperlukan untuk menyerap partikulat sehingga tidak terlepas secara bebas ke lingkungan. DLH juga akan memeriksa aspek lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan pengolahan tersebut.

“Kami akan pastikan kepemilikan persetujuan lingkungan kegiatan tersebut, komitmen pengelolaan emisi, dan komitmen lingkungan hidup lainnya. Kalau melihat aduannya, ini cukup parah debunya lepas ke pemukiman,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Toko Sembako di Lamongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Rp100 Juta
Pengeroyokan Brutal di Kendal Tewaskan Pemuda 29 Tahun, Lima Pelaku Ditangkap
Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:42

Toko Sembako di Lamongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Rp100 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 23:53

Pengeroyokan Brutal di Kendal Tewaskan Pemuda 29 Tahun, Lima Pelaku Ditangkap

Rabu, 4 November 2026 - 19:59

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Berita Terbaru