Anggota DPD RI Lia Istifhama: Keselamatan Publik Harus Jadi Prioritas, Bukan Gaya Hidup

Minggu, 2 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama: (Foto istimewa )

Anggota DPD RI Lia Istifhama: (Foto istimewa )

Surabaya, RadarBangsa.co.id – Perayaan Halloween di pusat Kota Surabaya mendadak berubah menjadi malam penuh ketegangan. Pesta yang seharusnya bernuansa hiburan dan kreativitas justru berujung pada razia besar-besaran aparat kepolisian terhadap para pengemudi yang diduga dalam kondisi mabuk.

Operasi yang digelar Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya itu berlangsung pada Sabtu (2/11) dini hari, tepat antara pukul 00.55 hingga 02.00 WIB, di kawasan Jalan Gubernur Suryo yang dikenal sebagai pusat hiburan malam. Polisi melakukan penyisiran terhadap kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut setelah menerima laporan masyarakat tentang sejumlah pengendara yang berkendara tidak stabil usai berpesta.

Dalam operasi selama dua jam itu, petugas memberhentikan setiap mobil yang dicurigai. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan surat kendaraan hingga tes kadar alkohol di lokasi. Hasilnya cukup mengejutkan—beberapa pengemudi terindikasi positif mengonsumsi minuman beralkohol di atas batas aman.

“Beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda pengaruh alkohol berat. Kami langsung arahkan untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar salah satu perwira di lapangan yang enggan disebut namanya.

Menariknya, sejumlah pengemudi yang diperiksa masih mengenakan kostum dan riasan menyeramkan khas pesta Halloween. Dari dalam kendaraan mereka, polisi menemukan berbagai jenis minuman keras, mulai dari bir hingga arak tradisional. Barang bukti tersebut langsung diamankan bersama para pengemudi untuk dimintai keterangan.

Razia ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah video pemeriksaan beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat petugas menghentikan kendaraan satu per satu sambil memberikan imbauan agar masyarakat tidak berkendara dalam kondisi mabuk, terutama di tengah malam ketika lalu lintas relatif sepi namun rawan kecelakaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, pesta dan hiburan memang sah sebagai bentuk ekspresi budaya, tetapi kebebasan itu harus dibarengi dengan kesadaran sosial.

“Kita tentu tidak melarang orang bergembira, tetapi kebebasan harus disertai tanggung jawab. Mengonsumsi alkohol lalu tetap memaksakan diri mengemudi itu berbahaya, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk pengguna jalan lain,” tegas Lia Istifhama saat dimintai tanggapan, Minggu (2/11).

Ia menilai, langkah cepat kepolisian sudah tepat untuk menjaga keselamatan publik. Razia seperti ini, lanjutnya, perlu dilakukan secara konsisten terutama pada momen-momen perayaan besar di mana banyak orang cenderung abai terhadap aturan.

“Langkah tegas aparat patut kita dukung. Ini bukan soal gaya hidup atau pembatasan kebebasan, tapi soal keselamatan bersama. Jika semua sadar, angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

Pihak kepolisian memastikan, operasi serupa akan terus digelar hingga akhir tahun, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Fokus utama adalah mencegah potensi kecelakaan akibat pengaruh alkohol serta menjaga ketertiban di ruang publik.

Razia Halloween ini sekaligus menjadi peringatan bagi warga Surabaya agar lebih bijak dalam merayakan hiburan malam. Perayaan budaya asing tidak seharusnya dijadikan alasan untuk melanggar hukum dan membahayakan keselamatan diri serta orang lain. Dengan penegakan disiplin di lapangan dan dukungan masyarakat, Surabaya diharapkan tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan manusiawi di setiap perayaan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru