SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Pasar Gang Baru di kawasan Pecinan, Kota Semarang, terus menunjukkan daya tahannya sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus aset sejarah yang kini diproyeksikan menjadi destinasi wisata heritage unggulan. Pasar yang jejaknya sudah ada sejak abad ke-19 itu kini menjadi perhatian serius berbagai pihak karena dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Di tengah gempuran pasar modern dan digitalisasi perdagangan, Pasar Gang Baru tetap hidup dan menjadi tumpuan aktivitas ekonomi warga. Ribuan transaksi kebutuhan dapur, rempah-rempah, hingga kebutuhan rumah tangga masih berlangsung setiap hari, menjadikannya denyut ekonomi tradisional yang belum tergantikan.
Secara historis, kawasan Gang Baru dulunya merupakan lahan kosong sebelum berkembang pesat seiring penataan kawasan Pecinan pada awal 1800-an. Nama Gang Baru mulai dikenal sekitar 1816, saat penataan kawasan dilakukan oleh Kapitan Tan Thiang Tjhin, yang mengatur ulang sistem penamaan gang di Pecinan Semarang.
Ketua Pokdarwis Krabat Kranggan, Hengky Hidayat Pranadya, mengatakan pelestarian Pasar Gang Baru bukan hanya soal menjaga bangunan atau aktivitas jual beli, tetapi mempertahankan identitas sejarah kota yang menjadi warisan lintas generasi.
“Pasar Gang Baru adalah bagian penting dari sejarah Pecinan Semarang. Jika dikelola serius, kawasan ini bisa menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi warga,” ujar Hengky.
Pengembangan kawasan kini diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga DPRD Kota Semarang Komisi D bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan kawasan heritage tetap hidup, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran ekonomi UMKM, hingga pembukaan peluang usaha baru.
Ke depan, Pasar Gang Baru diharapkan tidak hanya bertahan sebagai pasar tradisional, tetapi tumbuh sebagai ikon wisata sejarah yang memperkuat identitas Kota Semarang sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. “Warisan sejarah harus bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat hari ini dan masa depan,” pungkas Hengky.
Lainnya:
- Senator DPD RI Lia Istifhama Bongkar Jerat SLIK dan Pinjol, Bank Mandiri Didesak Lebih Humanis ke UMKM
- Kapolres Sampang Sidak Ratusan Randis, Anggota Diingatkan Jangan Main-main dengan Pelanggaran
- JNE Borong 2 Penghargaan Nasional 2026, Dominasi Logistik Digital dan Dukungan UMKM Jadi Sorotan
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin








