Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Bogor, Rabu (6/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Bogor, Rabu (6/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BOGOR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mulai memperkuat kualitas lulusan program magang nasional dengan memberikan sertifikasi kompetensi secara gratis. Kebijakan ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di tengah ketatnya persaingan dunia industri dan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan sertifikasi kompetensi bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan pengakuan resmi atas kemampuan peserta setelah menjalani pelatihan kerja di perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan saat meninjau program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).

“Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya punya pengalaman praktik, tetapi juga bukti formal yang diakui industri,” ujar Yassierli.

Program ini menjadi penting karena banyak lulusan muda dinilai masih kesulitan masuk pasar kerja akibat minim pengalaman dan keterampilan yang terukur. Pemerintah berharap sertifikasi dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, sejumlah peserta magang disebut sudah direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani pelatihan. Sebagian lainnya masih dalam proses evaluasi berdasarkan performa dan kontribusi selama magang berlangsung.

Menurut Yassierli, perusahaan kini lebih selektif dalam merekrut pekerja. Karena itu, peserta magang diminta memanfaatkan program tersebut untuk menunjukkan kemampuan dan etos kerja sejak awal.

“Perusahaan akan memilih tenaga kerja yang benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap produktivitas,” katanya.

Program pemagangan nasional juga dinilai memberi manfaat langsung bagi peserta karena mereka mendapat pengalaman kerja lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.

Salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa mengaku lingkungan kerja membuatnya lebih cepat beradaptasi dan belajar mengambil keputusan.

“Di lapangan situasinya jauh lebih dinamis dibanding teori di kampus. Saya jadi belajar berpikir cepat dan memahami dunia kerja secara nyata,” ujarnya.

Saat ini terdapat 32 peserta magang Batch 2 dan Batch 3 yang ditempatkan di berbagai bidang di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, mulai administrasi hingga teknis produksi. Pemerintah berharap pola kolaborasi ini dapat terus diperluas untuk mencetak tenaga kerja siap pakai dan mengurangi pengangguran usia muda di Indonesia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru