Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mulai bergerak membenahi persoalan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai sudah tidak sesuai kondisi riil di lapangan. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkab resmi membuka rekrutmen 31 petugas survei lapangan untuk menyisir ulang objek pajak di seluruh kecamatan.

Langkah ini menjadi perhatian penting karena ketidaksesuaian data PBB berpotensi memengaruhi penerimaan daerah dan keadilan pajak bagi masyarakat. Banyak lahan maupun bangunan di Jember disebut mengalami perubahan fungsi, namun belum tercatat dalam database pemerintah.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Bapenda Jember, Deni Wijananto, mengatakan pembaruan data menjadi kebutuhan mendesak agar kebijakan pajak daerah lebih akurat dan tepat sasaran.

“Banyak objek pajak yang sudah berubah. Ada lahan kosong yang kini menjadi bangunan, tetapi datanya belum diperbarui. Ini yang akan kami validasi langsung di lapangan,” ujar Deni, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, validasi ulang dilakukan untuk memperkuat basis data pajak sekaligus meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2025 lalu, capaian penerimaan PBB Jember baru berada di angka sekitar 60 persen.

Para petugas yang direkrut nantinya bekerja selama tiga bulan dengan honor Rp2,85 juta per bulan. Mereka akan melakukan verifikasi langsung menggunakan aplikasi pemetaan berbasis Android dengan sistem target dan absensi digital.

“Sifatnya partisipatif, jam kerja fleksibel. Tetapi target penyelesaian tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Rekrutmen dibuka hingga 13 Mei 2026 bagi masyarakat umum minimal lulusan SMA. Pelamar juga diwajibkan memiliki SIM C, kendaraan pribadi, dan kemampuan mengoperasikan aplikasi digital pemetaan.

Bapenda menegaskan seleksi ini tidak diperuntukkan bagi ASN. Pemkab berharap hasil survei mampu menciptakan data pajak yang lebih sehat, transparan, dan berdampak langsung pada pembangunan daerah.

“Kalau datanya akurat, potensi daerah bisa dipetakan secara nyata. Itu penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih maksimal,” pungkas Deni.

Lainnya:

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja
Lamongan Genjot Modernisasi Pertanian, 3 Poktan Terima Combine Harvester untuk Percepat Panen
Bupati Lamongan Turunkan Mesin Panen Modern, Target Produksi Padi dan Luas Tanam Digenjot
DPRD Sampang Bongkar Evaluasi Kinerja Pemkab, LKPj Bupati 2025 Disorot demi Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:41 WIB

Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:13 WIB

230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:43 WIB

Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:20 WIB

Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu

Berita Terbaru