Antisipasi Banjir, Pemkab Kendal Keruk Sungai Aji di Kaliwungu

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mulai melakukan pengerukan Sungai Aji, Jumat 4/9/2026, di wilayah Kecamatan Kaliwungu untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan.

Sedimentasi dan tanah yang menumpuk di dasar sungai selama ini dinilai telah mengurangi kapasitas tampung air.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat Sungai Aji lebih mudah meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, turun langsung memantau proses pengerukan Sungai Aji pada Kamis (3/9/2026).

Bupati mengatakan, pengerukan dilakukan sebagai langkah mitigasi banjir sejak dini, terlebih sedimentasi sungai sudah cukup tinggi.

“Pengerukan ini sebetulnya tanggung jawab provinsi. Namun, karena belum terjadwal dari provinsi sementara sedimentasi sudah sangat tinggi dan mendesak untuk antisipasi musim hujan, kami berinisiatif menggunakan APBD Kabupaten Kendal,” ujar Dyah saat meninjau lokasi.

Menurutnya, Pemkab Kendal telah menyampaikan pemberitahuan sekaligus mengajukan perizinan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut dilakukan karena pengelolaan Sungai Aji berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Meski demikian, Pemkab Kendal memilih turun tangan karena kondisi di lapangan dinilai mendesak.

Pemkab berharap pengerukan dapat mengembalikan kapasitas tampung sungai sehingga aliran air lebih lancar dan risiko banjir di wilayah Kaliwungu bisa ditekan.

Pengerukan Sungai Aji mendapat sambutan positif dari warga sekitar.

Mujiono, warga setempat, mengungkapkan Sungai Aji sudah tahunan belum mendapat pengerukan secara optimal.

Selama ini, warga hanya melakukan kerja bakti untuk membersihkan sungai.

Namun, kegiatan tersebut dinilai belum mampu mengatasi sedimentasi yang terus menumpuk.

“Sudah 20 tahunan tidak ada pengerukan, yang ada hanyalah kegiatan kerja bakti saja, sehingga tidak optimal. Alhamdulillah kali ini dilakukan pengerukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal yang dipantau langsung oleh Ibu Dyah Kartika Permanasari,” kata Mujiono.

Ia menyebut kondisi Sungai Aji selama ini turut menjadi persoalan ketika hujan deras.

Luapan air sungai kerap mengancam kawasan sekitar Pasar Gladag, Kaliwungu.

Karena itu, ia berharap pengerukan yang dilakukan sebelum musim hujan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat senang adanya pengerukan Kaliaji, karena sering menyebabkan banjir. Harapannya ke depan tidak ada lagi banjir di wilayah tersebut,” ujarnya.

Pengerukan Sungai Aji 900 Meter merupakan bagian dari paket pekerjaan normalisasi tiga ruas sungai di Kabupaten Kendal.

Khusus Sungai Aji, pengerukan dilakukan mulai dari Jembatan Gedebokan Krajan Kulon hingga kawasan Brimob Plantaran.

Dalam pengerjaan tersebut, Pemkab Kendal mengerahkan dua unit alat berat, yakni ekskavator ukuran kecil dan ekskavator lengan panjang atau long arm.

Namun, proses pengerukan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala.

Tim di lapangan menghadapi sejumlah persoalan teknis, salah satunya bentangan kabel di sekitar sungai yang mengganggu pergerakan alat berat.

Secara keseluruhan, paket normalisasi tiga ruas sungai tersebut memiliki pagu anggaran tender sebesar Rp600 juta.

Sementara nilai kontrak pekerjaan yang disepakati mencapai Rp580,86 juta.

Pemkab Kendal berharap normalisasi Sungai Aji mampu meningkatkan kembali daya tampung sungai.

Dengan kapasitas sungai yang lebih optimal, aliran air diharapkan lebih lancar dan potensi luapan yang memicu banjir di wilayah Kaliwungu dapat diminimalkan.

Pengerukan ini menjadi salah satu langkah Pemkab Kendal untuk melakukan antisipasi sebelum musim hujan tiba, sekaligus merespons keluhan warga yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan sedimentasi Sungai Aji.

 

Penulis : Rb

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru