BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Puncak arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, terjadi pada Minggu (29/3/2026). Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat memadati area pelabuhan sejak pagi, termasuk jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang.
Meski terjadi lonjakan volume kendaraan, kondisi arus lalu lintas terpantau masih terkendali. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan operator penyeberangan melakukan pengawasan ketat untuk mencegah kemacetan panjang.
Pemantauan langsung dilakukan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Pengawasan diawali melalui udara, lalu dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama ASDP dan pemangku kepentingan di Kantor ASDP Ketapang.
“Di sini kami bersama-sama mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan, terutama arus balik dari Jawa ke Bali,” ujar Pasma.
Kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan memang meningkat, namun sejumlah buffer zone seperti Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung masih mampu menampung kendaraan. Area penyangga tersebut menjadi kunci untuk mengurai kepadatan di pelabuhan utama.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyebut, hingga siang hari arus balik masih dalam kategori aman. “Area penyangga masih belum penuh. Sampai saat ini masih terkendali,” katanya.
Untuk mengatasi kepadatan, diterapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) serta penambahan armada kapal. General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menyebutkan sebanyak 33 kapal dioperasikan penuh.
“Kami terapkan skema TBB di beberapa dermaga, termasuk MB IV, LCM, dan Bulusan untuk mempercepat bongkar muat kendaraan,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan sekitar 52 persen kendaraan telah diseberangkan ke Bali, sementara 48 persen lainnya masih dalam antrean. Angka ini meningkat 4–6 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Meski puncak arus balik telah terlewati, ASDP memastikan masa siaga tetap diperpanjang hingga 5 April 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi pergerakan lanjutan pascalibur nasional.
“Operasional tetap kami siagakan seperti posko Lebaran, karena masih ada potensi lonjakan susulan,” pungkas Arief.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar