Asahan Susun Roadmap Peternakan, Sekda Buka FGD Penguatan Bisnis

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Asahan membuka FGD penyusunan peta bisnis dan roadmap peternakan kambing-domba. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekda Asahan membuka FGD penyusunan peta bisnis dan roadmap peternakan kambing-domba. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Asahan mulai merumuskan arah baru pengembangan peternakan ruminansia kecil melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan peta bisnis dan roadmap kawasan peternakan kambing dan domba. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan, Senin (08/12/2025), resmi dibuka Sekretaris Daerah Asahan, Zainal Arifin Sinaga.

FGD menghadirkan perangkat daerah, akademisi Universitas Sumatera Utara, Balai Besar Karantina SATPEL Tanjungbalai Asahan, HPDKI, serta para camat. Seluruh peserta menyampaikan komitmen bersama untuk memperkuat fondasi peternakan lokal yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.

Dalam sambutannya, Sekda Zainal menegaskan bahwa sektor peternakan kambing dan domba dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat bila dibangun dengan sistem yang terukur. “Kami ingin memastikan dokumen perencanaan ini tidak hanya menjadi laporan, tetapi menjadi panduan kerja nyata untuk menaikkan pendapatan peternak,” ujarnya.

Pemkab Asahan saat ini menyusun tiga dokumen strategis: kajian peta bisnis, roadmap pengembangan kawasan peternakan, dan kajian pembentukan UPTD pembibitan. Salah satu isu krusial yang dibahas adalah transformasi UPTD pasar ternak menjadi UPTD pembibitan ruminansia kecil dan pusat hijauan pakan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat infrastruktur peternakan melalui penyediaan layanan reproduksi, peningkatan ketersediaan pakan, hingga pendampingan teknologi bagi peternak. “Penguatan hulu sampai hilir harus berjalan seimbang agar produktivitas dan daya saing meningkat,” kata salah satu narasumber, Dr. Ma’ruf Tafsin.

Melalui paparan akademisi USU, peserta mendapatkan penguatan substansi dalam penyempurnaan roadmap dan peta bisnis. Sekda menekankan perlunya kolaborasi multipihak sehingga pengembangan peternakan ruminansia kecil benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Asahan.

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru