BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mempercepat penguatan literasi masyarakat melalui peningkatan kualitas perpustakaan sekolah dan desa. Langkah itu ditandai dengan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Aula Perpustakaan Kabupaten Bangkalan, Senin (20/4/2026).
Kebijakan ini dinilai penting karena perpustakaan berperan langsung dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses informasi, dan menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif. Bagi masyarakat, perpustakaan yang baik bukan sekadar ruang baca, tetapi pusat belajar yang mudah dijangkau.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan, Ainul Ghufron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata untuk membangun budaya baca yang berkelanjutan. Menurutnya, tantangan literasi di Bangkalan masih membutuhkan perhatian serius.
“Perpustakaan selama ini masih sering dipandang sebelah mata, padahal perannya sangat penting sebagai acuan pengembangan suatu daerah. Bahkan, kemajuan perpustakaan bisa menjadi salah satu indikator kinerja kepala daerah,” ujar Ainul Ghufron.
Ia mengungkapkan tingkat kegemaran membaca masyarakat masih fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Bangkalan juga dinilai masih rendah.
Karena itu, pemerintah mendorong sekolah dan pemerintah desa segera mengurus Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Dokumen tersebut menjadi pintu awal menuju standarisasi layanan dan proses akreditasi nasional.
Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, menegaskan penguatan literasi tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, desa, dan masyarakat agar perpustakaan benar-benar hidup dan dimanfaatkan warga.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa mengetahui berbagai kekurangan yang perlu dibenahi bersama. Ini adalah momentum untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai fondasi kemajuan daerah,” kata Fauzan.
Melalui program ini, warga diharapkan mendapat layanan perpustakaan yang lebih profesional, koleksi yang lebih relevan, serta ruang belajar yang inklusif.
“Kami berharap seluruh pihak bergerak bersama agar kualitas perpustakaan terus meningkat dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar