ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan kembali bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kisaran Timur dengan menyalurkan bantuan beras dari Badan Pangan Nasional melalui Bulog Asahan. Bantuan ini diberikan untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi selama masa penanganan darurat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin S.Sos, M.Si, di Kantor Kelurahan Selawan. Penyaluran ini menjadi rangkaian langkah pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warga terdampak menerima bantuan sesuai pendataan di lapangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Asahan, Kapolsek Kota Kisaran, perwakilan Dandim 0208/Asahan, Kepala Bulog, Camat Kisaran Timur A. Saipul Pasaribu, serta para lurah se-Kecamatan Kisaran Timur. Kehadiran berbagai unsur pemerintah mempertegas koordinasi lintas sektor dalam mempercepat distribusi bantuan.
Total bantuan beras yang dibagikan mencapai 2.463 kilogram atau 246 sak. Setiap penerima akan memperoleh 3,5 kilogram beras per jiwa untuk kebutuhan selama 14 hari. Bantuan ini disalurkan kepada warga di Kelurahan Si Umbut-Umbut sebanyak 300 jiwa, Umbut-Umbut Baru 150 jiwa, Kelurahan Mutiara 150 jiwa, dan Selawan 103 jiwa.
Camat Kisaran Timur, A. Saipul P. Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga harus disertai evaluasi sistem drainase dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Banjir bukan hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi saluran air yang dipenuhi sampah. Kami berharap warga semakin peduli menjaga kebersihan agar aliran air tetap lancar,” ujarnya.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa banjir dipicu luapan parit dalam satu alur yang mengalami penyempitan di beberapa titik. Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh parit busuk yang tidak dapat menampung debit air saat hujan deras.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan langkah teknis, termasuk pembenahan saluran dan perbaikan drainase. Namun, ia menilai keberhasilan pengendalian banjir tetap bergantung pada kerja sama masyarakat.
“Kami mengajak warga untuk memperkuat budaya gotong royong, membersihkan selokan secara rutin, dan menjaga lingkungan. Penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama,” tutur Bupati.
Menutup kegiatan, Bupati Taufik juga mengajak masyarakat Asahan turut mendoakan warga di Aceh dan Sumatera Barat yang saat ini menghadapi bencana banjir. Ia menekankan bahwa solidaritas dan kepedulian menjadi fondasi penting dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi risiko bencana.
“Kolaborasi dan kepedulian adalah kunci. Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan dan keselamatan,” ucapnya.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Joko
Editor : Zainul Arifin








