BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, di Banyuwangi, Rabu (7/10/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas manfaat program pembangunan daerah melalui dukungan layanan perbankan syariah dan pemanfaatan dana sosial. Sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi beasiswa bagi pelajar, penanganan stunting, serta bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Muhammad Arif Gunawan mengatakan BSI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Hari ini kita spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan. Kami akan mengolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” ujar Gunawan.
Di sektor kesehatan, dukungan yang disiapkan mencakup penguatan sarana rumah sakit dan puskesmas. BSI juga mengalokasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu penanganan stunting dan pasien dari kalangan duafa.
Sementara di bidang pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa bagi pelajar Banyuwangi. Penyalurannya akan disinergikan dengan lembaga pendidikan formal maupun informal di daerah tersebut.
“Penyaluran dana beasiswa tersebut akan disinergikan bersama lembaga pendidikan formal maupun informal di Banyuwangi,” tuturnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap dukungan BSI dapat memperkuat program pemerintah daerah yang selama ini dijalankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses layanan dasar masyarakat.
Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan dan kesehatan. Di antaranya Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, serta Garda Ampuh yang ditujukan untuk memutus mata rantai anak putus sekolah.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah mengembangkan Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, serta program penanganan stunting yang melibatkan kader dan pedagang sayur keliling atau mlijoan.
Menurut Ipuk, berbagai program tersebut turut didukung semangat gotong royong lintas pihak. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi telah mencapai 75,17, sedangkan angka kemiskinan tercatat sebesar 6,13 persen.
“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan kita juga turun menjadi 6,13 persen. Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kita lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Ipuk.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Banyuwangi dan BSI berharap dukungan pendidikan dan kesehatan dapat semakin terarah serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Rincian nilai dana, jumlah penerima beasiswa, dan target penerima manfaat dalam kolaborasi ini belum disebutkan dalam bahan yang tersedia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar