Bukan Sekadar Gelar, Cong Kene’ Bhing Ana’ Jadi Wadah Pelestarian Budaya

Rabu, 21 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pelestarian budaya Madura membutuhkan keterlibatan generasi muda agar warisan daerah tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, menekankan hal tersebut dalam Grand Final Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ Kabupaten Bangkalan 2026, Selasa (20/10/2026).

Lutfiana menilai ajang tersebut tidak semata-mata menjadi kompetisi untuk menunjukkan penampilan, kecerdasan, dan kepercayaan diri. Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempromosikan, dan melestarikan kekayaan seni serta budaya daerah.

“Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap upaya pelestarian warisan budaya serta mengangkat nilai-nilai luhur masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan,” ujarnya dalam sambutan.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan lokal.

Lutfiana berharap pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga upaya pelestarian dan pengembangan budaya Bangkalan terus berlanjut.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Perlu keterlibatan berbagai pihak, terutama generasi muda, agar warisan budaya tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi tersebut mencakup empat langkah strategis, yakni pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Sebelum memasuki babak grand final, para peserta telah mengikuti tes performa dan tes talenta pada Selasa (13/10/2026). Tahapan ini menjadi bagian dari proses pemilihan peserta yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi untuk ikut mempromosikan budaya Bangkalan.

Dalam kesempatan itu, Lutfiana menyampaikan terima kasih kepada dewan juri, para peserta, dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap para finalis tidak hanya berfokus pada upaya meraih gelar, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri dan berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Grand Final Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ Kabupaten Bangkalan 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Lutfiana. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat bagi pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Bangkalan.

Penulis : Nul

Berita Terkait

Doa Kebangsaan Dua Tahun Prabowo-Gibran di Pasuruan Soroti Karhutla
Pemkab Pasuruan Gandeng BSI, Bidik Pendapatan Daerah dan UMKM
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Forkopimda Probolinggo Gelar Doa Bersama
Ipuk Rotasi 68 Pejabat Banyuwangi, Tekankan Kinerja Nyata
50 Santri Banyuwangi Suarakan Pelatihan Digital hingga Antibullying
Khofifah Tekankan Keselamatan Relawan dan Air Bersih Warga
Terpesona Budaya Banyuwangi, Dubes Australia Ingin ke Ijen
RDTR Bangkalan Disusun untuk Arahkan Pembangunan dan Tata Ruang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:28

Doa Kebangsaan Dua Tahun Prabowo-Gibran di Pasuruan Soroti Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:21

Pemkab Pasuruan Gandeng BSI, Bidik Pendapatan Daerah dan UMKM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:14

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Forkopimda Probolinggo Gelar Doa Bersama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:07

Ipuk Rotasi 68 Pejabat Banyuwangi, Tekankan Kinerja Nyata

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:58

50 Santri Banyuwangi Suarakan Pelatihan Digital hingga Antibullying

Berita Terbaru