JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menggeser pola pelayanan publik dari sentralistik ke berbasis wilayah melalui program Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini. Langkah ini diambil untuk mengatasi persoalan administrasi kependudukan dan sosial yang selama ini kerap berlarut dan menyulitkan warga.
Bupati Jember Mohammad Fawait menegaskan, MPP Mini bukan sekadar layanan administratif biasa, tetapi dirancang sebagai pusat penyelesaian masalah yang tidak tertangani di tingkat kecamatan. Kebijakan ini menjadi respons atas banyaknya keluhan warga terkait data bermasalah yang berdampak langsung pada akses layanan publik.
“MPP Mini kita dorong sebagai posko solusi. Jadi bukan hanya cetak dokumen, tapi menyelesaikan masalah yang menghambat hak warga,” ujar Fawait dalam agenda Update Pro Gus’e, Kamis (23/4/2026).
Kepala DPMPTSP Jember, Isnaeni Dwi Susanti, menjelaskan perbedaan mendasar layanan ini. Program reguler seperti “Peta Cinta” menangani administrasi umum, sementara MPP Mini fokus pada kasus kompleks.
“Misalnya ada data warga yang nonaktif sehingga anaknya terkendala menikah, itu kami tangani langsung. Kami koordinasi lintas dinas agar cepat selesai,” jelas Isnaeni.
Tak hanya adminduk, MPP Mini juga terintegrasi dengan layanan sosial. Petugas aktif menelusuri warga yang berhak menerima bantuan, tetapi belum masuk data pemerintah.
“Kami tidak menunggu laporan. Petugas turun memastikan warga yang layak bisa segera terhubung dengan Dinas Sosial dan menerima haknya,” tegasnya.
Layanan ini juga mempercepat proses dispensasi kawin melalui koordinasi langsung antarinstansi. Tujuannya memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai berbelit, terutama bagi warga di daerah pinggiran.
Uji coba di Kecamatan Jombang menunjukkan hasil awal yang positif, dengan sejumlah kasus administrasi terselesaikan lebih cepat. Pemkab menargetkan MPP Mini diperluas ke wilayah lain.
“Pelayanan harus hadir di tengah masyarakat. Tidak boleh ada warga kehilangan hak hanya karena data bermasalah atau akses terbatas,” pungkas Isnaeni.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin








